Rektor dan Dosen UII Ajukan Uji Materi UU KPK ke MK
Dalam deretan nama pemohon adalah Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid bersama dengan dosen-dosen Fakultas Hukum UII Abdul Jamil, Eko Riyadi, Ari Wibowo, dan Mahrus Ali.
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Humphrey R. Djemat, di Jakarta, Minggu (24/11/2019). /Bisnis.com-Samdysara Saragih
Harianjogja.com, JAKARTA - Humphrey R. Djemat selaku Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Jakarta, menolak mekanisme pemilihan kepala daerah atau pilkada lewat DPRD. Sebab, pilkada langsung oleh rakyat sejak 2005 adalah kontestasi paling demokratis.
Lagi pula, Indonesia pernah mengadopsi pilkada melalui DPRD tetapi tak terlalu berhasil menghasilkan para pemimpin terbaik.
"Kalau dulu sudah dicoba dan sekarang dikembalikan lagi berarti memakai barang busuk lagi," ujar Humphrey dalam acara diskusi Quo Vadis Pilkada Langsung di Jakarta, Minggu (24/11/2019).
Humphrey mengatakan pilkada langsung terbukti dapat melahirkan pemimpin-pemimpin berkredibilitas tinggi. Dia mencontohkan sosok Presiden Joko Widodo, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) terpilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai produk pilkada langsung.
"Seorang Ahok, Ibu Risma tak akan muncul kalau tak ada pilkada langsung. Kalau lewat DPRD tentu oligarki partai politik yang sangat kuat," tuturnya.
Wacana evaluasi pilkada langsung terlontar dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Meski demikian, Kemendagri membantah evaluasi tersebut akan menggembalikan pilkada melalui DPRD.
Humphrey Djemat mengatakan bahwa biaya politik tinggi biasanya menjadi justifikasi bagi kelompok pendukung pilkada tak langsung. Namun, menurut dia, ongkos politik tersebut justru berpangkal dari perilaku parpol.
"Parpol kan mahar transaksional sudah menjadi rahasia umum. Lebih besar maharnya ketimbang untuk kepentingan kampanye calon," tutur advokat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Dalam deretan nama pemohon adalah Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid bersama dengan dosen-dosen Fakultas Hukum UII Abdul Jamil, Eko Riyadi, Ari Wibowo, dan Mahrus Ali.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.