Harga Pangan Hari Ini 1 Agustus 2026, Cabai Rawit Merah Rp55.800 per K
Harga pangan nasional hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, cabai rawit merah Rp55.800 per kg dan telur ayam ras Rp29.650 per kg.
Eza Gionino/Suara.com
Harianjogja.com, BOGOR - Seusai membuat laporan terkait ancaman pembunuhan anaknya, artis sinetron Eza Gionino tampak emosi. Dia bahkan ingin sekali menemui Qory Supiandi si pengancam yang berprofesi sebagai penjual ikan hias.
"Saya harusnya ke Pontianak [temui Qory]. Sekarang saya nggak peduli. Bapak mana yang terima anaknya mau dilukain," kata Eza Gionino usai melaporkan Qory di Polres Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019).
Tujuan Eza Gionino menemui Qory adalah untuk melawannya. Dia bahkan tak peduli bila terjadi hal-hal tak diinginkan.
"Saya masuk [penjara] lagi nggak apa-apa asal sama dia, asal sama kamu Qory. Saya nggak takut," ujar Eza penuh emosi.
Seperti diketahui, Eza Gionino pernah dua kali berurusan dengan polisi. Pada 2013, dia divonis tujuh bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus penganiayaan terhadap mantan pacarnya, Ardina Rasti.
Dua tahun kemudian, polisi menangkap Eza Gionino terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Harga pangan nasional hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, cabai rawit merah Rp55.800 per kg dan telur ayam ras Rp29.650 per kg.
Timnas Indonesia cetak delapan gol dalam dua laga. Mitchell Baker sumbang empat gol. Siap hadapi Vietnam di Pakansari, Senin (3/8).
Trisno, bassist legendaris PAS Band, meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit. Musisi dan penggemar menyampaika
Kelemahan taktik Vietnam terbongkar jelang lawan Indonesia. Simak analisis pengamat dan peluang Garuda lolos semifinal Piala AFF 2026
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menegaskan pembentukan mental calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus tetap mengutamakan budaya keselamatan dan manajemen
Nasirun meninggalkan warisan besar bagi seni rupa Indonesia. Dari kritik sosial era 1990-an hingga eksplorasi memorabilia pada 2025, karya-karyanya menjadi cerm