Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Rekening Penampung Setoran Kasus Mafia Tanah
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Ilustrasi. /Dok JIBI
Harianjogja.com, SOLO -- Seorang warga Kulonprogo tertangkap basah mengutil beberapa jenis kosmetik yang dijual di stan Sekaten di Alun-Alun Kidul Keraton Solo, Kamis (14/11/2019) malam. Pria pengangguran berinisial, AL, 20, itu sempat menjadi sasaran amuk massa.
AL kemudian diamankan jajaran Polsek Pasar Kliwon. Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Tegar Satrio Wicaksono, Jumat (15/11/2019), mengatakan saat ketahuan mengutil berbagai barang kosmetik, pedagang lapak di sekaten sudah menawarkan opsi perdamaian dengan meminta AL mengganti kerugian senilai Rp700.000.
Namun, AL bersama teman perempuannya tidak bisa mengganti kerugian hingga akhirnya persoalan itu pun dibawa ke Mapolsek Pasar Kliwon.
“Kami upayakan mediasi dahulu untuk persoalan ini dan memfasilitasi korban. Kami sedang meminta pelaku mencari dana untuk mengganti kerugian,” ujarnya.
Ia menambahkan pelaku jauh-jauh ke Solo untuk bepergian bersama teman perempuannya mengunjungi Sekaten. Melihat ada peluang, pelaku melancarkan aksinya untuk mengutil berbagai barang dagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.