Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Ilustrasi teroris ISIS./Shutterstock
Harianjogja.com, TARAKAN--Kepolisian Resor Kota Tarakan mengantisipasi pergerakan kelompok militan Abu Sayyaf di Perairan Sabah seperti yang dikabarkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sabah.
"Untuk di Tarakan sudah diantisipasi, khususnya oleh Lantamal XIII dan jajaran Polair," kata Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Yudhistira Midyahwan saat dihubungi di Tarakan, Selasa (3/9/2019).
Selain itu, pihaknya sudah mengumumkan serta menyampaikan imbauan kepada seluruh nelayan dan kapal - kapal agar waspada dan hindari jalur rawan tersebut.
KJRI sebelumnya memperingatkan ada tiga kelompok pergerakan militan Abu Sayyaf yang dilaporkan sudah berada di perairan timur Sabah pada 30 Agustus lalu. KJRI mengirimkan surat peringatan itu kepada nelayan dan anak buah kapal yang akan melintasi Perairan Sabah.
Militan Abu Sayyaf dikenal sebagai kelompok bersenjata yang kerap menculik penumpang kapal dan meminta tebusan. Sejumlah WNI dan warga asing juga pernah diculik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.