Hati-Hati! Skimming Makan Korban Lagi
Kasus skimming atau duplikat kartu kembali terjadi. Kali ini, korban skimming datang dari salah satu nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang kehilangan Rp80 juta.
Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi (tengah) berbincang dengan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas (kanan) dan Direktur Utama Bank Mantap Joshephus Koernianto Triprakoso (kiri) disela acar buka puasa bersama media di Jakarta, Selasa (30/5)./JIBI-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menegaskan status hoaks kabar adanya kiriman dana Rp800 triliun yang hilang untuk salah satu nasabahnya.
Penegasan status hoaks ini disampaikan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohani Hafas, Jumat (30/8/2019). Menurutnya, kabar hilangnya transfer dana sebesar Rp800 triliun untuk seseorang bernama Michael Olsson adalah hoaks dan dapat menimbulkan keresahan.
"Informasi hoaks tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan keresahan apalagi dilakukan oleh warga negara asing," kata Rohan di Plaza Mandiri, Jakarta.
Rohan mengungkap kronologi pengakuan Olsson ihwal hilangnya transfer dana sebesar Rp800 triliun ini yang diakuinya berasal dari keluarga Raja Salman.
Pertama, Olsson disebut sudah pernah bertanya mengenai kasus ini pada 2 April dan 18 April 2019. Setelah itu, Bank Mandiri menyampaikan jawaban pada 24 April bahwa kabar adanya transfer dana senilai Rp800 triliun untuk Olsson adalah informasi tidak benar.
Namun, Bank Mandiri lantas mendapat somasi pada 7 Mei 2019 dari Olsson. Dia mengajukan somasi atas nama PT Shields Security Solutions.
Somasi itu kemudian ditanggapi emiten perbankan berkode BMRI ini dengan menyebut tak pernah ada transfer dana sebesar 50 miliar euro dari Barclays Bank ke Bank Mandiri untuk Olsson atau perusahaannya.
Setelah mendapat penjelasan tersebut, WNA asal Swedia ini tiba-tiba mengadukan masalah ini ke kepolisian pada Rabu (28/8/2019). Atas laporan tersebut maka Bank Mandiri menegaskan pernyataannya soal kasus ini.
"Kalau memiliki Rp800 triliun logika saja sudah jadi orang terkaya di dunia yang bersangkutan. Pemerintah juga mau pindah Ibu Kota biayanya Rp420 triliun, jadi bisa dua kali pindah kalau Rp800 triliun," katanya.
Bank Mandiri juga telah berkomunikasi dengan Barclays Bank, yang diklaim Olsson sebagai tempat asal pengiriman dana Rp800 triliun untuknya. Dalam komunikasi melalui surat elektronik, Barclays Bank menyebut informasi Olsson tidak benar.
Bukti percakapan Bank Mandiri dan Barclays Bank disebut Rohan akan dilampirkan sebagai bukti untuk pelaporan ke kepolisian.
Menurut Rohan, Bank Mandiri akan melaporkan Olsson karena diduga telah mencemarkan nama baik BMRI dan mengganggu kestabilan nasional.
"PT Shields Securities Solution itu memang nasabah kami, tapi nasabah kredit yang kreditnya Rp5 miliar dan sedang nunggu pembayaran si perusahaan ini," katanya.
Berdasarkan data Bank Mandiri, PT Shields Security Solutions telah menunggak Kredit Modal Kerja yang dimiliki sebesar Rp5 miliar. Status kredit perusahaan ini sudah masuk kategori kolektibilitas-2 atau dalam perhatian khusus. Kredit PT Shields Security Solutions di Bank Mandiri statusnya baru mulai per tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kasus skimming atau duplikat kartu kembali terjadi. Kali ini, korban skimming datang dari salah satu nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang kehilangan Rp80 juta.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.