Indonesia vs Vietnam, Herdman Sebut Momentum Kunci Kuasai Grup A
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.
KH Maimoen Zubair/Antara-Deni Santosa
Harianjogja.com, MEKKAH - Dalam ceramah pada hari-hari terakhir, ulama KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen mengangkat topik menjaga keutuhan persaudaraan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.
"Kalau kita cermati ceramahnya itu banyak berbicara tentang bagaimana kita semua senantiasa menjaga keutuhan, persaudaraan kita sebangsa, menjaga kesatuan Indonesia kita, cinta kepada Tanah Air," kata Lukman di Mekkah pada Selasa (6/8/2019).
Lukman yang juga bertindak sebagai Amirul Hajj mengatakan Mbah Moen menyampaikan ceramahnya berbasis argumentasi keilmuan dan keislaman.
Menurut Lukman, hal itu menandakan cinta Mbah Moen kepada Tanah Air. Dia menambahkan masyarakat Indonesia harus mengikhlaskan kepulangan Mbah Moen kepada Sang Khalik.
"Tentu kita berharap ada pengganti-pengganti beliau di kemudian hari yang dilanjutkan oleh santri-santrinya," kata Lukman.
KH Maimoen wafat pada Selasa pagi di Mekkah. Rencananya jenazah akan di makamkan di tanah suci umat Islam tersebut.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.