Mabes Polri Tangani Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Jamaah haji melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah. /ANTARA FOTO-Hanni Sofia
Harianjogja.com, MEKKAH--Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin mendapat curhatan hati (curhat) dari sejumlah calon haji dari Embarkasi Solo (SOC) Jawa Tengah bahwa mereka tak suka sarapan roti tetapi lebih memilih untuk makan nasi di pagi hari.
“Sejauh ini memang makan yang didistribusikan kepada jamaah untuk makan siang dan makan malam. Sementara untuk makan pagi kita siapkan roti dengan perlengkapan untuk membuat teh dan membuat kopi begitu selama di Mekkah,” kata Amirul Hajj yang juga Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin setelah meninjau pondokan jamaah di wilayah Jarwal, Mekkah, Kamis (1/8/2019).
Pada saat peninjauan, Menag masuk ke kamar jamaah dan berdialog dengan calhaj yang menghuni kamar tersebut. Ia bertanya soal layanan hotel, air minum, hingga toilet, kemudian konsumsi yang didapatkan jamaah.
Ketika itu, sejumlah calhaj menyampaikan keinginan mereka untuk bisa mendapatkan sarapan berupa nasi bukan roti.
“Jadi memang ada masukan dari jamaah bagaimana kalau makan sehari tiga kali tentu ini akan menjadi perhatian kita. Tapi problemnya pada distribusinya untuk menu roti itu kan kita distribusikan pada saat makan malam,” katanya.
Menag Lukman Hakim mengatakan selama ini perusahaan katering yang menjadi rekanan di Arab Saudi kerap kali kesulitan dalam soal distribusi makanan kepada jamaah.
“Kalau harus ada makan pagi itu berarti setiap perusahaan katering harus mendistribusikan tiga kali dalam sehari sesuatu yang memang tidak mudah, mengingat kondisi kota Mekkah sangat padat khususnya hari-hari menjelang wukuf. Ini tentu menjadi masukan yang harus dipertimbangkan,” katanya.
Oleh karena itu, Menag berharap jamaah dapat memahami keterbatasan tersebut dan pihaknya akan menjadikan masukan tersebut sebagai evaluasi agar ke depan pelayanan dalam penyelenggaraan haji dapat lebih dioptimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
DVI Polri menyiapkan tes DNA sebagai langkah terakhir identifikasi korban Kapal Virgo Transport 8. Sebanyak 29 jenazah belum teridentifikasi.