Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada

Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama Senin, 12 Oktober 2026 12:37 WIB
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada

Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Calon jemaah yang masih berada di Indonesia juga diminta memastikan kembali jadwal keberangkatan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti arahan otoritas setempat. WNI juga diminta menghindari lokasi rawan serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Ichsan dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Kemenhaj menilai perkembangan keamanan di Timur Tengah perlu menjadi perhatian masyarakat Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi. Karena itu, jemaah diharapkan terus memantau informasi terkini dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Jemaah Umrah Diminta Berkoordinasi dengan Penyelenggara

Bagi jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi, Kemenhaj mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Koordinasi diperlukan agar jemaah memperoleh informasi mengenai perjalanan, kondisi keamanan, dan arahan keselamatan.

Penyelenggara perjalanan juga diminta terus memantau kondisi jemaah yang menjadi tanggung jawabnya. Informasi penting perlu disampaikan secara berkala agar jemaah dapat menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan situasi.

Kemenhaj turut mengingatkan calon jemaah yang belum berangkat dari Indonesia agar memeriksa kembali jadwal keberangkatan, status penerbangan, serta kesiapan perjalanan melalui penyelenggara umrah masing-masing.

Ichsan menegaskan bahwa keputusan terkait perjalanan perlu didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan keberangkatan, calon jemaah diminta segera meminta penjelasan kepada PPIU.

"Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," kata Ichsan.

Koordinasi tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan operasional penerbangan akibat perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (12/10/2026), Kemenhaj tidak mengumumkan penghentian seluruh keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia.

Pantau Informasi dari Perwakilan RI di Arab Saudi

Selain berkoordinasi dengan PPIU, Kemenhaj meminta WNI mengikuti informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga dapat menjadi rujukan selama situasi keamanan kawasan masih berkembang.

WNI yang membutuhkan informasi atau bantuan terkait kondisi keamanan di Arab Saudi dapat menghubungi Perwakilan RI. Kemlu juga menyediakan layanan informasi dan bantuan melalui kanal resmi Safe Travel Indonesia.

Kemenhaj menekankan bahwa keselamatan jemaah harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan perjalanan. WNI diminta mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi, menghindari wilayah rawan, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun calon jemaah yang akan berangkat dari Indonesia diimbau tetap menjalin komunikasi dengan penyelenggara perjalanan, maskapai penerbangan, dan Perwakilan RI.

Kemenhaj berharap masyarakat tetap waspada tanpa terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan mengandalkan sumber resmi dan menjaga koordinasi, jemaah diharapkan dapat mengambil keputusan perjalanan berdasarkan informasi yang terverifikasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online