Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah untuk Ekosistem Haji

Newswire
Newswire Senin, 19 Oktober 2026 23:47 WIB
Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah untuk Ekosistem Haji

Jemaah haji - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, untuk memperkuat pengembangan ekosistem akomodasi dan layanan jemaah haji serta umrah. Akuisisi yang diselesaikan pada 18 Oktober 2026 tersebut melengkapi kepemilikan Novotel Thakher Makkah yang memiliki 1.461 kamar dan suite.

Transaksi ini dilakukan melalui holding investasi Danantara, PT Danantara Investment Management (DIM). Sebelumnya, Danantara telah mengambil alih dan melakukan serah terima operasional hotel Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis dengan Thakher Development Company yang disepakati pada 14 Desember 2025. Danantara berencana menggabungkan aset hotel yang telah beroperasi dengan lahan yang baru diakuisisi untuk membangun kawasan terpadu bernama Kompleks Bait Jemaah.

Danantara Siapkan Kompleks Bait Jemaah

Kompleks Bait Jemaah dirancang menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan fasilitas perhotelan, area ritel, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap bersama mitra pengembang lokal, Al-Khomasiah.

Penyusunan studi kelayakan, pengurusan perizinan, hingga pemenuhan regulasi akan dipersiapkan secara bertahap sesuai ketentuan Kerajaan Arab Saudi.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan penyelesaian transaksi tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun platform investasi properti jangka panjang di luar negeri.

“Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” ujar Rosan dalam siaran pers, Senin (19/10/2026).

Menurut Rosan, pengembangan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi.

Ke depan, Danantara akan menjajaki peluang investasi serupa di Madinah serta peluang pada sektor strategis lainnya di luar properti.

Pengembangan Dilakukan Bertahap

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menilai penggabungan aset hotel yang telah beroperasi dengan lahan cadangan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memperluas usaha seiring pertumbuhan industri haji dan umrah.

Pandu mengatakan pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang berhati-hati.

“Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Pandu.

Melalui pendekatan tersebut, Danantara menargetkan pengelolaan aset yang berorientasi pada nilai jangka panjang sekaligus pengembangan layanan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.

Indonesia Jadi Negara Asing Pertama Pemilik Aset di Kawasan Thakher

Chief Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker mengatakan rampungnya pengalihan kepemilikan dalam kurun 10 bulan menjadi catatan sejarah bagi kawasan Thakher Makkah.

Menurut Faisal, Indonesia menjadi negara di luar Arab Saudi pertama yang memiliki aset properti di kawasan tersebut.

“Hari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah,” ujar Faisal.

Sementara itu, Chief Executive Officer Khomasiah Group Ammar Baroum menilai komitmen investasi Danantara Indonesia menunjukkan daya tarik pasar properti dan perhotelan Arab Saudi bagi investor global. Investasi tersebut juga dinilai mendukung pencapaian Visi Saudi 2030.

“Transaksi penting ini merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Makkah, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi beserta potensi jangka panjangnya,” kata Ammar.

Akuisisi lahan dan pengelolaan hotel tersebut menjadi bagian dari langkah Danantara membangun ekosistem akomodasi terpadu di Makkah. Pengembangan berikutnya akan mengikuti tahapan studi kelayakan, pemenuhan regulasi, serta kerja sama dengan mitra lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online