Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno./Suara.com-Agung Shandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA- Cerita soal capres Prabowo Subianto menggebrak meja lantaran geram keislamannya diragukan, dikisahkan Mantan Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Usamah Hisyam.
Mantan Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Usamah Hisyam menceritakan ketegangan saat rapat awal Ijtima Ulama I. Dalam rapat itu, kata Usamah, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa kali menggebrak meja sehingga membuat suasana dalam forum yang digagas GNPF Ulama itu hening.
Menurutnya, suasana forum itu tiba-tiba tegang setelah Prabowo berbicara dengan nada keras. Dia menyampaikan, Prabowo protes karena masih ada pihak yang meragukan kualitas keislamannya termasuk kemampuannya dalam mengaji dan menjadi imam salat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat dipersilahkan berbicara dalam rapat yang dipimpin Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais.
Tak hanya dihadiri sejumlah perwakilan organasisasi Islam, sejumlah partai pendukungnya seperti Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Eddy Soeparno, dan Sekjen PBB Afriansyah Ferry turut hadir dalam forum yang digelar Hotel Sultan, Jakarta pada 16 September 2018 lalu.
Momen itu terjadi sepekan sebelum Ijtima\' Ulama digelar pada 16 September 2018, ketika Dewan Penasihat Alumni 212 menggelar forum di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan itu digelar untuk menentukan calon presiden yang layak didukung dan kemudian akan disampaikan pada forum Ijtima Ulama.
"Yang sangat mengejutkan, ia berbicara sambil meninju keras meja rapat di depannya, sampai lima kali tinju, sehingga para ulama dan tokoh-tokoh yang hadir terperangah. Suasana menjadi tegang," kata Usamah seperti dikutip dari laman Muslim Obsession dengan judul \'Prabowo Marah Meninju Meja, Para Ulama Terperangah\' pada Rabu (19/12/2018).
Setelah Prabowo meluapkan emosi dalam forum tersebut, kata Usamah, seluruh perwakilan yang hadir dalam Itjima Ulama tak bisa berbuat apa-apa termasuk bermusyawarah untuk mencari kandidat lain selain Prabowo sebagai capres di Pilpres 2019. Akhirnya, kata dia seluruh perwakilan dari ormas termasuk PA 212 secara resmi rekomendasikan Prabowo menjadi calon tunggal capres pilihan Itjima Ulama I.
"Tak ada lagi musyawarah, apalagi voting. Saya juga tak bisa berbuat apa pun lagi. Kecuali terpekur, bagaimana bila suasana rapat kabinet seperti itu? Wallahu alam," tuturnya.
Menurut Usamah, awalnya Capres yang diusung PA 212 adalah pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Sebab, Rizieq karerna dianggap merupakan pemimpin yang benar-benar menjalani kewajiban dan sunnahnya sebagai umat beragama muslim. Namun, kata Usamah, Habib Rizieq menolaknya.
Dia menambahkan, jika sejumlah tokoh pendukung Rizieq yang menolak ditetapkannya hasil mukadimah tidak mendapatkan undangan sebagai peserta Ijtima Ulama.
"Mereka tak diundang dalam ijtima ulama, termasuk saya. Itulah permainan politik tingkat tinggi panitia dengan menggunakan baju ijtima ulama," pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.