Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Rekening Penampung Setoran Kasus Mafia Tanah
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut diundang dalam acara reuni aksi 212 yang akan berlangsung di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018. Namun, Jokowi belum dapat dipastikan kehadirannya dalam acara tersebut.
"Oh, saya belum tahu persis ya. Undangannya mungkin dikirim ke Mensesneg. Saya enggak tahu," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Moeldoko juga belum mau berkomentar apakah acara reuni tersebut beraroma politis untuk mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno.
Ia menilai, reuni 212 berpotensi memberikan rasa takut kepada komunitas-komunitas masyarakat tertentu lantaran berkumpulnya jutaan massa di Monas.
"Ya kita belum lihat ya niatnya. Tapi intinya, masyarakat janganlah masyarakat menjadi takut. Karena saya sudah mendengar dari berbagai komunitas, takut menghadapi situasi-situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut. Yang saya lihat seperti itu," ucapnya.
Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, komunitas masyarakat tertentu juga takut karena bendera Tauhid yang besar akan dibentangkan dalam acara reuni 212.
"Masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan. Kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat. Kan begitu. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Ia mengimbau kepada penyelenggara acara reuni 212 memikirkan ulang acara tersebut karena tidak memberikan rasa damai kepada kelompok masyarakat tertentu.
"Imbauan saya ya perlu dipikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membara rasa damai. Kan begitu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Yogyakomtek 2026 menghadirkan display interaktif berbasis AI dan robot pendidikan UBTECH untuk mendukung pembelajaran STEM di Jogja.