NYIA Bakal Jadi Bandara Ketiga Terbesar & Paling Modern

Pembangunan NYIA di Kulonprogo. - Harian Jogja/Desi Suryanto
25 September 2018 15:05 WIB Anton Wahyu Prihartono News Share :

Harianjogja.com, DENPASAR—New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, bakal menjadi bandara ketiga terbesar di Indonesia dan akan dikelola lebih modern dibandingkan bandara lainnya di Indonesia.

“Kalau sudah jadi, NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno Hatta [Cengkareng] dan Ngurah Rai di Bali. Target kami [Angkasa Pura I] menjadikan NYIA sebagai bandara paling modern dibandingkan bandara lainnya di Indonesia,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji, di Denpasar, Bali, Senin (24/9/2018).

Beberapa layanan penumpang yang bakal diproyeksikan ada di NYIA antara lain in town city check in, left luggage lockers dan autogate imigration. Semua itu dilakukan untuk menambah layanan dan kenyamanan kepada penumpang. In town city check in memungkinkan penumpang tidak perlu buru-buru check in di bandara dan setelahnya masih harus menunggu lama di bandara. Mengingat NYIA terletak sekitar 40 kilometer, check in bisa dilakukan di dalam kota termasuk untuk bagasi.

Dengan demikian, penumpang masih bisa menghabiskan waktu di kota untuk berbelanja dan keperluan lainnya. Saat di bandara pun, penumpang tak perlu susah payah menenteng koper.

“Semoga bisa diterapkan di NYIA. Kalau ini bisa dikakukan, artinya akan menambah pelayanan dan kenyamanan kepada penumpang. Ini akan menjadi experience tersendiri bagi penumpang. Harapannya besok-besok, bisa datang lagi,” ujar Devy.

Devy mengatakan NYIA pada April 2019 mendatang, sisi udara (air side) diproyeksikan sudah selesai 100% dan untuk sisi darat (landside) atau terminal, ditargetkan sudah mencapai 35%. “Dipastikan April 2019 sudah bisa difungsikan, namun [terbatas] untuk penumpang internasional,” kata dia.

NYIA, kata dia, nantinya juga bakal dilengkapi dengan tempat parkir jet pribadi. “Tidak hanya pesawat berbadan lebar saja. NYIA juga akan memiliki ruang untuk tempat parkir khusus jet pribadi,” ungkap Devy.

Maka dari itu, kata Devy, Angkasa Pura I saat ini sedang gencar mempromosikanNYIA ke sejumlah maskapai luar negeri untuk membuka rute ke DIY. Belum lama ini, Angkasa Pura I melobi ke sejumlah maskapai di Guangzhou, Tiongkok, dan negara lain. Hasinya, sejumlah  maskapai internasional tertarik masuk NYIA. Air Asia Group yang banyak memiliki penerbangan ke sejumlah negara di Asia, sudah menyatakan tertarik masuk. Begitu juga KLM (Belanda) Singapore Airlines (Singapura), dan Emirates (UEA) yang kemungkinan besar menyusul masuk. “Yang masih saya kejar sampai saat ini India. India potensinya besar. Harapannya ada maskapai yang mau membuka rute Mumbai ke Jogja,” kata Devy.

Parkir Gratis

Untuk menarik minat maskapai baru membuka rute internasional ke Jogja, AP I berjanji akan menggratiskan parking stand bagi maskapai selama dua tahun. Sementara maskapai yang sudah membuka rute ke Jogja dan akan membuka rute baru, akan diberi diskon khusus untuk parking stand pesawat.

Devy mengatakan NYIA menyimpan potensi besar untuk dikembangkan khususnya untuk pasar internasional. Harapannya, Jogja bisa menjadi Bali kedua karena secara karakteristik, Bali dan Jogja hampir sama. Beberapa kesamaan tersebut antara lain budaya dan tradisi yang masih sama-sama kuat, banyak acara atraksi budaya, punya wisata belanja dan kuliner, dan memiliki wisata alam yang banyak. “Jogja akan menjadi second concept dari Bali,” ungkap Devy.

Dia mengatakan, ada beberapa infrastruktur pendukung yang harus segera dipersiapkan seperti konektivitas transportasi. Transportasi, kata dia, bukan semata-mata ada taksi, melainkan harus ada transportasi publik lain. AP I sedang menjajaki Perum Damri untuk membuka rute Kota Jogja-NYIA atau kota lain ke NYIA. Selain itu, kereta api dari Stasiun Tugu juga harus masuk ke NYIA.

Ke depan, kata Devy, NYIA akan memiliki kapasitas layanan 14 juta penumpang per tahun. Saat ini, Bandara International Adisutjipto yang berkapasitas 1,8 juta penumpang per tahun sudah harus menanggung beban hingga 7,8 juta penumpang per tahunnya.

Corporate Communication PT Angkasa Pura I Awaluddin menambahkan saat ini proses pembangunan NYIA terus dikebut untuk mengejar target operasional April 2019. “AP I terus memantau pembangunan bandara baru di Kulonprogo ini agar prosesnya tepat waktu,” kata Awaluddin.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, Agus Pandu Purnama, menyatakan bersamaan dengan beroperasinya NYIA pada April 2019, nantinya Bandara Adisutjipto masih tetap melayani penerbangan domestik sesuai kapasitasnya. Sedangkan untuk penerbangan internasional seluruhnya bakal dilakukan di NYIA.

Agus optimistis pada akhir Maret 2019 fasilitas penerbangan komersial di NYIA telah rampung dibangun sehingga dapat digunakan untuk operasional pada awal April. “Direncanakan terminal sudah terbangun dengan luas sekitar 90.000 meter persegi saat awal Maret. Luasan tersebut sudah sangat cukup untuk pemindahan penerbangan dari Adisutjipto,” katanya.

Manajer Operasional Pembangunan NYIA PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO, Andek Prabowo,  menyatakan secara umum progres pekerjaan baru rampung 0,5 % yakni persiapan konstruksi. Pemadatan tanah dan land clearing mencapai lebih dari 98%.