Kubu Jokowi-Prabowo Rebutan Suara Gusdurian, Siapa yang Akan Menang?

Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor. - Antara
15 September 2018 12:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Suara para pengikut Gus Dur kini menjadi rebutan capres dan cawapres yang bersaing di Pilpres 2019.

Dua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno terus menggaet suara dari keluarga dari mantan Presiden RI ketiga Abdurrahman Wahid atau Gusdur atau pengikut Gusdur yang disebut Gusdurian di Pemilihan Presiden 2019.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden Jokowi dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengatakan Gusdurian merupakan bagian dari keluarga besar NU.

"Saya kira begini, Gusdurian ini kan bagian dari keluarga besar NU, kalau kita lihat sejarahnya Nahdiyin itu kan memang tidak pernah satu. Jadi pasti ada elemen yang berbeda meskipun ada arus utamanya," ujar Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (14/9/2019).

Meski demikian, ia meyakini nahdiyin di arus utama, akan mendukung Jokowi - Ma'ruf di Pemilihan Presiden 2019.

"Nah kalau kita bicara arus utama Nahdiyin, pada saat ini kami yakin bahwa arus utamanya itu pasti mendukung ke pak Jokowi dan kiai Ma'ruf Amin.

Lebih lanjut, Arsul menceritakan usai berkunjung ke beberapa daerah, kalangan NU di daerah kata Arsul akan mendukung Jokowi - Ma'ruf.

Sebab kata Arsul, cawapres Jokowi, yakni Ma'ruf merupakan Rais Aam ataupun kiai senior yang akan didukung kalangan NU.

"Karena saya baru kembali dari beberapa daerah saya tanya teman-teman NU. Terlepas soal katakanlah kritik terhadap pemerintah yang juga ada di kalangan Nahdiyin, tapi ini bagi kalangan Nahdiyin karena yang menjadi cawapres itu adalah Rais Aam, kiai senior, dari kalangan nahdiyin ya persoalannya bagi nahdiyin ini adalah membela kehormatan dari ulama," tandasnya.

Sumber : Suara