Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Jokowi - Ma\'ruf Amin tiba di Gedung Joang 45. /Suara.com-Chyntia Sami Bhayangkara
Harianjogja.com, JAKARTA-Hasil survei Y-Publica menunjukkan elektabilitas pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma\'ruf Amin unggul di kalangan pemilih milenial atau berusia 17-35 tahun.
"Jokowi-Maruf unggul dikalangan pemilih milenial atau di usia 17-35 tahun sebesar 47,4 persen. Prabowo-Sandiaga memperoleh 28,7 persen, dan sisanya 23,9 persen belum memutuskan pilihannya," kata Direktur Eksekutif Riset Y-Publica, Rudi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Dia menilai tingkat elektabilitas di kalangan milenial menunjukkan kedewasaan politik di masyarakat yaitu referensi politik tidak terbawa figur dari faktor fisik seperti ganteng dan muda.
Rudi menjelaskan tingginya angka pemilih yang belum memutuskan pilihan, disebabkan dua kemungkinan yaitu sangat kritis dalam menentukan pilihan atau justru bersikap apatis terhadap politik.
Sementara itu menurut dia, di kalangan pemilih non-milenial atau berusia 35 tahun ke atas, Jokowi-Maruf tetap unggul yaitu 52,1 %, pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh 34,8 % dan 13,1 % belum memutuskan pilihannya.
Di kategori gender, menurut dia, Jokowi-Maruf unggul di kalangan pemilih perempuan dan laki-laki.
Di kalangan pemilih perempuan, Jokowi-Maruf memperoleh elektabilitas 51,2%, Prabowo-Sandiaga 35,9%, dan 12,9% belum memutuskan pilihan.
Di kalangan laki-laki, Jokowi-Maruf memperoleh dukungan sebesar 50,5%, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 29,8%, dan 19,7% belum memutuskan pilihan.
"Secara umum, ketika pemilih ditanya pilihannya di Pilpres 2019, Rudi mengatakan, survei tersebut juga melihat elektabilitas bakal capres, hasilnya Jokowi masih teratas yaitu sebesar 53,9%, Prabowo 28,8%, dan 17,3% belum memutuskan pilihannya.
Sementara itu, bakal cawapres Maruf Amin masih teratas yaitu 40,6% sedangkan Sandiaga Uno memperoleh 36,8%, dan yang belum memutuskan pilihan 22,6%.
"Yang menarik ketika Jokowi berpasangan dengan Maruf Amin dan Prabowo dengan Sandiaga, elektabilitas mereka justru menurun," katanya.
Menurut dia, elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 52,7%, Prabowo-Sandiaga sebesar 28,6%, dan 18,7% belum memutuskan pilihannya.
Rudi menilai sosok bakal cawapres malah mendegradasi elektabilitas bakal capres karena ada beberapa persoalan yaitu Maruf Amin dan Sandiaga selama ini tidak masuk dalam radar survei dan tidak dianggap potensial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Istana menyatakan biaya haji 2027 belum diputuskan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan penyelenggaraan sambil mengevaluasi pelaksanaan haji 2026.
Dinkes Sleman mencatat kecukupan ASN baru 61,8%. Pemkab menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD dan mengusulkan 87 formasi CPNS.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.