Banyak Pejabat Negara di Timses Jokowi, PKS Sindir Masalah Etika

Presiden Joko Widodo. - Antara Foto/Yudhi Mahatma
21 Agustus 2018 18:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo Subianto menyindir masalah etika terkait dengan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik.

Politisi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi ikut menanggapi terkait banyaknya pejabat negara yang masuk ke dalam tim sukses atau tim pemenangan bakal capres-cawapres, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Seperti diketahui sejumlah pejabat negara seperti menteri Puan Maharani dan Pramono Anung hingga Wapres Jusuf Kalla masuk dalam tim pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Ia pun menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat untuk menilai kubu mana yang lebih banyak menggunakan fasilitas negara.

Aboe menilai kubu petahana telah menggunakan fasilitas negara. Bahkan dari sejak mulai merumuskan tim kampanye bersama para sekjen partai koalisi. Ia mengingat, Jokowi sering melakukan pertemuan untuk membahas tim pemenangan di Istana.

"Tinggal dia melihat dia merasa etis enggak kayak gitu. Dari persiapan kementerian saja para kabinet rapat di Istana kok," kata Aboe di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (21/8/2018).

Dirinya pun meyakini masyarakat sudah cerdas melihat Jokowi yang curi-curi start berkampanye lebih awal. Hal itu mengacu kepada aksi Jokowi dalam acara pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Sabtu (18/8/2018) lalu.

"Dia akan tahu mana benar-benar yang akan sudah starting dengan start gaya motor atau lain-lainnya itu sudah mulai terasa," ujarnya.

Dalam kesempatannya tersebut, Aboe pun menyayangkan kurangnya ketegasan Undang-Undang tentang Pemilu terkait pengawasan dalam kubu petahana.

"Jadi memang permasalahan kaya gini perlu kita pertegas. Jadi undang-undang politik, Undang-Undang Pemilu, KPU dan sebagainya harus lebih streak lagi nanti, khususnya di tingkat wilayah petahana," pungkasnya.

Sumber : Suara