Pemerintah Kejar Target 96 Juta Keluarga Masuk Perlinsos Digital
Perlinsos Digital telah mencatat 18,2 juta keluarga. Pemerintah menargetkan 96 juta keluarga terdaftar pada akhir 2026.
Dampak gempa Lombok, NTB/Antara
Harianjogja.com, MATARAM-Selama periode Januari-Juni 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Geofisika Mataram mencatat jumlah gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 459 kejadian.
"Jumlah gempa bumi tersebut belum termasuk yang terjadi hari ini dengan jumlah gempa susulan sebanyak 203 kejadian hingga pukul 22.20 WITA," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, ketika mengikuti telekonferensi di Mataram, Minggu malam (29/7/2018).
Telekonferensi dengan media lokal di NTB, dan media di Jakarta tersebut juga menghadirkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Menurut Agus, ada tren peningkatan jumlah kejadian gempa bumi di NTB. Pada 2016 lebih dari 800 kejadian, kemudian pada 2017 meningkat menjadi 1.018 kejadian gempa. Gempa bumi yang terjadi di NTB sepanjang semester I/2018 berkekuatan 3-5 pada Skala Richter (SR). Gempa bumi tersebut ada yang terjadi di darat dan di laut.
Aktivitas pemantauan gempa, kata dia, setiap saat dilakukan. Pasalnya, kejadian gempa tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu.
"Hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi oleh siapa pun. Jika ada info yang mengatakan akan ada gempa pada waktu mendatang bisa kami pastikan itu berita bohong [hoaks]," ujarnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menjelaskan NTB termasuk daerah rawan gempa bumi karena dengan kekuatan cukup besar karena terdapat dua sumber utama pembangkit gempa bumi, yaitu di sebelah selatan terdapat zona subduksi (zona penunjaman), yaitu penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Selain itu, di sebelah utara terdapat zona sesar naik busur belakang Flores (Flores back arc trust).
Ia menambahkan gempa bumi yang sering terjadi di NTB juga disebabkan adanya patahan aktif. "Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang terjadi di Lombok hari ini, juga akibat patahan aktif Sesar Naik Flores," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Perlinsos Digital telah mencatat 18,2 juta keluarga. Pemerintah menargetkan 96 juta keluarga terdaftar pada akhir 2026.
Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR belum membahas wacana pemakzulan Gibran dan meminta publik menunggu masa sidang berikutnya.
Pegadaian meraih dua penghargaan nasional melalui Tring! by Pegadaian atas inovasi keuangan digital dan strategi pemasaran investasi emas.
Kebakaran melanda TPS3R Nitikan, Umbulharjo, Jogja, Jumat (6/11/2026). Tumpukan kasur dan sampah kering terbakar, tanpa korban jiwa.
Perhapi menilai pemangkasan kuota bijih nikel 2027 berisiko menaikkan harga bahan baku, biaya operasional smelter, dan menekan produksi.
Kemendikdasmen merevitalisasi 1.277 SMK pada 2026, terdiri atas 553 sekolah negeri dan 724 swasta untuk memperkuat pembelajaran vokasi.