Wow, Pergi ke Kantor, Bambang Soesatyo Naik Mobil Listrik Tesla

Ketua DPR Bambang Soesatyo dengan latar mobil listrik Tesla. - Instagram@bambang.soesatyo
04 Juli 2018 15:32 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai, gaya hidup dengan kendaraan elektrik harus digalakkan dengan mengekspos besar-besaran penggunaan dan manfaatnya, sehingga masyarakat tidak lagi takut untuk beralih ke kendaraan listrik. Ia pun mulai awal pekan ini membawa mobil listrik Tesla ke DPR.

“Kenaikan harga BBM selalu menjadi persoalan besar di masyarakat. Ketergantungan pada bahan bakar fosil itu begitu mengakar. Solusi yang bisa dilakukan adalah menggalakkan penggunaan kendaraan elekrik. Tren otomotif dunia saat ini pun mulai bergeser ke kendaraan elektrik,” kata Bambang, Rabu (4/7/18).

Bambang menjelaskan pilihan kendaraan elektrik semakin banyak. Hampir semua pabrik besar mobil dunia sudah merilis produk full listrik, bukan lagi hybrid. Seperti perusahaan otomotif dari China Geely hingga pabrikan mobil Korea Selatan, Hyundai ikut terjun di pasar mobil listrik.

“Pilihan sudah banyak, tapi memang yang kerap jadi pilihan utama adalah Tesla. Pabrik mobil listrik asal Amerika Serikat. Kebetulan, yang saya miliki Tesla model X60 dan S60,” kata politisi yang akrab disapa dengan Bamsoet.

Dia sengaja membeli dua unit tersebut untuk mempromosikan penggunaan mobil listrik agar semakin banyak orang yang terinspirasi menggunakannya. Bamsoet sendiri telah membuktikan bahwa kendaraan tersebut sangat ekonomis.

“Nge-charge di rumah 6 jam full untuk berjalan 350 km. Jadi kalau hanya mutar di Jakarta dan pulang pergi rumah-kantor, cukup seminggu sekali nge-charge,” tuturnya.

Dari segi perawatan sangat murah, bahkan nyaris tanpa biaya perawatan sama sekali. Polusi pun tidak ada, karena mobil listrik tidak mempunyai knalpot dan tidak mengeluarkan emisi gas buang.

Kementerian Perindustrian sendiri sudah menyiapkan roadmap arah kebijakan pengembangan industri alat transportasi nasional untuk menyesuaikan perkembangan teknologi industri otomotif.

Rencananya akan ada insentif bea masuk hingga hingga tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.

Sumber : Bisnis Indonesia

Ad Tokopedia