SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Ilustrasi kapal tenggelam./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Nasib nahas menimpa puluhan tenaga kerja Indonesia, setelh kapal yang mereka tumpangi karam di laut.
Sebuah kapal pembawa Tenaga Kerja Indonesia dilaporkan karam di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Senin (2/7/2018) dini hari.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat di Jakarta mengonfirmasi bahwa kapal yang karam tersebut, menurut notifikasi dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), diperkirakan mengangkut 44 penumpang yang terdiri dari 38 laki-laki dan enam perempuan.
"Hingga saat ini sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR Malaysia sebanyak 26 korban, 25 selamat satu meninggal. Korban selamat saat ini ditampung di fasilitas pelabuhan," kata Iqbal.
Tim SAR Malaysia masih terus melakukan pencarian dengan melibatkan Angkatan Laut, tim medis dan kepolisian.
Tim Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru sudah berada di lokasi dermaga untuk memantau proses evakuasi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan, kata Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.