Advertisement
Setidaknya Sudah 600-an Rumah di Hawaii Rusak karena Lava Erupsi Gunung Kilauea
Lava menghancurkan rumah di wilayah Kapoho, sebelah timur Pahoa, selama erupsi yang sedang berlangsung di Gunung Kilauea di Hawaii, AS, 5 Juni 2018. - .Reuters/Terray Sylvester
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Aliran lava di Big Island Hawaii terus berlanjut sejak letusan Gunung Berapi Kilaeua dimulai awal bulan lalu, seperti diungkapkan Walikota Hawaii, Harry Kim, Kamis waktu setempat. Aliran lava ini setidaknya sudah merusak sekitar 600 rumah.
Kilauea merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Advertisement
Kim mengatakan itu juga menandai episode Kilauea yang paling merusak di periode belakangan ini, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/6/2018).
Gubernur David Ige telah melakukan kunjungan ke markas Pertahanan Sipil Hawaii di Hilo, kota terbesar di pulau itu, terkait bantuan bencana alam.
BACA JUGA
Diperkirakan 2.500 orang telah mengungsi, dan para ahli geologi mengatakan mereka tidak tahu berapa lama lagi letusan akan terus berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Rute Mudik Lebaran 2026 Jakarta ke Jogja via Gerbang Tol Purwomartani
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Ketua Komisi A DPRD DIY Apresiasi Kesiapan TNI Hadapi Lebaran 2026
- Sinergi TNI-Warga Srimulyo Bantul Sukses Bangun Jalan 541 Meter
- Minyak Zaitun Ekstra Murni Disebut Dukung Fungsi Kognitif Otak
- Laporan Media Inggris Sebut Mojtaba Khamenei Koma, Fakta Belum Terkuak
- Wisuda USD 2026 Luluskan 646 Mahasiswa Angkat Tema Berakar Mekar
- BBM Terancam Mahal, Prabowo Kaji Kebijakan WFH dan Pangkas Hari Kerja
- OPINI: Ramadan dan Tren Bio-Hacking
Advertisement
Advertisement






