Amien Rais: Bangsa Kita So Far So Good, Jalan di Luar Jawa Sudah Bagus

Amien Rais. - Antara/Puspa Perwitasari
18 Mei 2018 09:25 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN—Politikus Amien Rais mengisi ceramah tarawih di Masjid Kampus UGM, Kamis (17/5/2018) malam. Dalam ceramah yang disampaikan sekitar 20 menit itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini banyak menyinggung tentang manfaat puasa Ramadan.

Menurut dia, puasa tidak sekadar mendetoksifikasi lemak dan unsur-unsur yang tidak bagus untuk tubuh, tetapi juga toksin atau zat beracun rohani. “Yang membuat kita lupa akhirat harus kita jauhkan,” katanya.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, bagi dia puasa juga dapat menbantu melewati segala tantangan. Ia juga mengucapkan rasa syukurnya karena awal puasa tahun ini dapat kembali dilakukan secara bersamaan. “Kalau sama-sama kan jadi kuat dan senang,” ujarnya.

Amien Rais banyak berbicara soal agama saat mengisi ceramah salat tarawih malam tadi. Namun hal berbeda ia sampaikan saat mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam diskusi bertema Tantangan Indonesia Mewujudkan Cita-Cita Kemerdekaan yang dilaksanakan bakda salat tarawih.

Dalam diskusinya, Amien Rais banyak berbicara soal politik, terutama berlangsungnya reformasi selama 20 tahun ini. Menurut dia, reformasi sudah ada hasilnya tetapi masih terbengkalai, terutama untuk beberapa agenda reformasi.

“Untuk agenda penegakan hukum, ini yang semakin berat. Pemahaman tentang kedaulatan yang bersifat komprehensif mulai hilang dari pikiran pemimpin dan anak bangsa,” tegasnya.

Sementara dari sisi agenda reformasi seperti otonomi daerah dinilainya sudah berjalan dengan baik. Terbukti saat ini jalanan kota besar di luar Pulau Jawa seperti Makassar sudah bagus, begitu juga dengan fasilitas bandaranya. Dulu menurutnya jalanan dan bandara lebih buruk dari Bandara International Adisutjipto. “Otonomi daerah sudah berhasil,” terangnya.

Dari sisi kebebasan berpendapat, saat ini sudah tidak ada lagi pelaku demonstrasi yang ditangkap. Amandemen konstitusi juga sudah rampung dan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Dalam kesempatan itu, Amien Rais juga sempat menceritakan sejarah bangsa pasca-kemerdekaan 1945. Mulai penjajah Belanda datang ke Indonesia lagi setelah Indonesia merdeka, kegananasan PKI, pemerintahan Presiden Soekarno, sampai lengsernya Presiden Soeharto.

“Syukur pada Allah, bangsa kita ini so far so good. Meski dirongrong dari dalam dan luar tetapi masih bisa bertahan dengan jumlah warga yang mencapai seperempat miliar ini,” tutur dia.

Kendati demikian, ia mengakui jika pemerintahan saat ini merupakan pemerintahan yang banyak ia kritik dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Ia melihat, saat ini kekuatan modal sudah memegang kekuatan politik. Siapa yang kuat dari sisi modal seakan menentukan untuk menjadi menteri maupun pangdam.

Dalam ceramah dan diskusi itu, Amien Rais tidak berkomentar tentang aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.

Adplus Tokopedia