Advertisement
Bertambah Lagi, Korban Tewas Teror Bom 3 Gereja Surabaya Jadi 14 Orang
Kondisi usai ledakan bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). - Okezone
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA-Bertambah lagi, korban tewas teror bom di tiga gereja, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) bertambah menjadi 14 orang.
"Korban meninggal akibat ledakan bom di surabaya menjadi 14 orang, setelah tadi ada satu korban yang luka meninggal dunia di RS Bedah," terang Barung, Senin (14/5/2018).
Advertisement
Ia menambahkan, korban yang tewas berada di RSU Dr Soetomo satu korban, RS Bedah ada dua korban, lalu tiga korban berada di GKI Jalan Diponegoro, dan tiga korban berada di Gereja Panteskosta Jalan Arjuno.
Serta tiga korban berada Gereja Santa Maria Jalan Ngagel Madya. Selanjutnya dua korban di RS Bhayangkara Surabaya. Sedangkan korban luka-luka yang berjumlah 42 orang dirawat di sembilan rumah sakit.
Sebagaimana diketahui, peristiwa bom bunuh diri terjadi pada Minggu 12 Mei kemarin di tiga gereja Surabaya, yakni gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro. Sebanya 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 43 orang luka-luka akibat serangan tersebut.
Dalam waktu yang relatif cepat, Polri berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri dan motif di balik teror ini. Pelaku bom bunuh diri pada tiga lokasi merupakan satu keluarga, terdiri dari bapak, ibu dan empat anaknya.
Sepasang suami istri ini diketahui bernama Dita Upriyanto dan Puji yang beralamat di Wonorejo Asri, 11 Blok KK Nomor 22, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sedangkan keempat anaknya masing-masing berinisial Y (18), FH (16), FS (11) dan P (9).
Tak hanya di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, bom meledak di Rusun Wonocolo yang diduga terkait bom Surabaya juga menewaskan tiga orang sekeluarga. Bom itu meledak setelah dirakit oleh pelaku.
Akibatnya tiga orang tewas dalam ledakan bom di Blok B lantai 5 Rumah Susun (Rusun) Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Tiga lainnya luka-luka. Mereka diketahui memiliki ikatan keluarga.
Tiga orang tewas masing-masing Anton Febryanto (47) sebagai kepala keluarga, Puspita Sari (47) istri Anton dan Rita Aulia Rahman remaja 17 tahun yang merupakan anak pasangan Anton-Puspita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
- Butuh Dana? JHT BPJS Bisa Dicairkan Meski Masih Bekerja
Advertisement
Abrasi hingga Lahan Jadi Alasan Kampung Nelayan di Kulonprogo Ditolak
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- PTDI Rampungkan Restorasi CN235 TNI AU untuk Papua
- Pegawai Pajak Terjerat OTT, DJP Janji Perbaiki Pengawasan
- Pedagang Kripto Wajib Lapor Pajak Mulai 2026
- Wisata Konservasi Dinilai Cocok Jadi Arah Pariwisata DIY
- Keracunan MBG Grobogan, 658 Siswa dan Santri Terdampak
- Cuaca Buruk Tahan KMP Dharma Kartika di Pelabuhan Jangkar
- Link El Clasico Barcelona vs Real Madrid Rebutkan Piala Super Spanyol
Advertisement
Advertisement



