Advertisement

Garuda Indonesia Batalkan 42 Rute

Rio Sandy Pradana
Rabu, 02 Mei 2018 - 12:35 WIB
Nugroho Nurcahyo
Garuda Indonesia Batalkan 42 Rute Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury menjawab pertanyaan wartawan. - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Maskapaji penerbangan layanan penuh Garuda Indonesia merilis informasi pembatalan penerbangan 42 rute pada periode Mei-Oktober 2018.

Dalam informasi yang diperoleh Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, pembatalan tersebut terdiri dari 38 nomor penerbangan domestik dan empat nomor penerbangan internasional.

Advertisement

Khusus untuk rute internasional yang dibatalkan adalah Cengkareng--Kuala Lumpur PP dan Kualanamu--Singapura PP.

Rute domestik yang dibatalkan di antaranya adalah Jakarta-Lampung, Medan-Batam, Medan-Makassar, Manado-Sorong, Sorong-Sentani, Sorong-Manado, dan Sorong-Mimika. Selain itu, terdapat Jakarta-Pontianak, Denpasar-Manado, Manado-Luwuk, Makassar-Luwuk, Makassar-Surabaya.

Sebagian besar rute yang dibatalkan, yakni 36 penerbangan menggunakan pesawat berjenis CRJ 1000. Adapun, enam penerbangan sisanya menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengatakan pembatalan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam rangka melakukan restrukturisasi rute. Rute-rute yang kurang baik dibatalkan dan pesawat akan dipergunakan untuk rute yang lebih baik.

"Rencana bisa berubah-ubah. Setelah [rute] dihapus, nanti kami lihat perkembangannya," kata Triyanto, Selasa (1/5/2018).

Dia menjelaskan beberapa alasan pembatalan rute adalah tingkat keterisian kursi (seat load factor/SLF) pesawat yang di bawah 60%. Pesawat yang menerbangi rute tersebut akan dialihkan ke rute yang memiliki pasar lebih baik.

Triyanto berpendapat langkah restrukturisasi rute bisa meningkatkan tingkat utilitas pesawat. Emiten berkode GIAA menargetkan tingkat rata-rata utilitas pesawat bisa mencapai lebih dari 10 jam pada tahun ini.

Bermacam strategi dipersiapkan GIAA agar dapat mencapai target tersebut. Adapun, hingga Februari 2018 secara year to date (y-t-d) tingkat utilitas setiap pesawat sudah mencapai 9 jam 42 menit.

"Target kami utilitas bisa 10 jam 34 menit [pada 2018]. Maksimalnya bisa 13 jam," ujarnya.

Dia menambahkan strategi pertama adalah akan terus berekspansi membuka rute baru atau menambah rute yang ada, baik domestik atau internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Solo ke Jogja Selasa 21 April 2026

Jadwal KRL Solo ke Jogja Selasa 21 April 2026

Jogja
| Selasa, 21 April 2026, 02:17 WIB

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement