Advertisement

Eduwisata Manasik Haji Jadi Cara Baru Belajar Ibadah Anak

Newswire
Kamis, 16 April 2026 - 16:22 WIB
Sunartono
Eduwisata Manasik Haji Jadi Cara Baru Belajar Ibadah Anak Manasik haji interaktif di Sleman hadirkan pengalaman belajar ibadah yang seru, edukatif, dan membentuk karakter sejak dini. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN –Sebuah agroeduwisata menghadirkan terobosan baru dalam mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Melalui program manasik haji interaktif, destinasi wisata Nara Kupu yang berlokasi di Sleman menyulap simulasi ibadah menjadi pengalaman belajar yang seru sekaligus menyentuh sisi spiritual peserta didik.

Program ini didesain sedemikian rupa agar peserta, mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA, dapat merasakan atmosfer Tanah Suci secara nyata. Siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan teori, melainkan terjun langsung melakukan ritual ibadah seperti mengenakan kain ihram, melakukan tawaf mengitari replika Kakbah, berlari-lari kecil dalam prosesi sa'i, hingga merasakan kekhusyukan wukuf di Arafah.

Advertisement

Skema praktik langsung ini bertujuan agar anak-anak bisa memetik makna mendalam di balik setiap rukun haji. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi media efektif untuk menanamkan nilai moral sejak dini.

"Anak-anak belajar kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan. Ini bukan hanya edukasi, tapi juga pembentukan karakter," ungkap Pemilik Agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, Kamis (16/4/2026).

Tidak hanya menyasar segmen pelajar, program manasik di NKJ juga menjadi solusi bagi para calon jemaah haji dan umrah dewasa. Fasilitas yang tersedia kerap dimanfaatkan sebagai lokasi gladi bersih guna memantapkan kesiapan mental dan fisik sebelum mereka bertolak ke Arab Saudi.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pihaknya berkomitmen untuk terus memoles konsep agar edukasi ini menjadi memori yang berkesan bagi setiap pengunjung. "Kami ingin menjadikannya agenda rutin yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan membekas," kata Marketing & Event Manager Nara Kupu Jogja, Tomy Tri Ivananto.

Ke depan, pihaknya berencana memperluas fasilitas dan menyempurnakan konsep agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Ambisinya adalah menjadikan lokasi ini sebagai destinasi unggulan di DIY yang mampu mengawinkan aspek wisata, edukasi, dan religi dalam satu paket lengkap.

Pendekatan yang digunakan sangat dinamis, yakni menggabungkan unsur permainan tanpa menghilangkan esensi religiusnya. "Dengan konsep belajar sambil bermain, manasik haji di sini bisa menjadi ruangbahwa pendidikan agama bisa dikemas lebih hidup dan menarik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jalan Ring Road Barat Sleman Direkayasa, Imbas Proyek Tol Jogja-Solo

Jalan Ring Road Barat Sleman Direkayasa, Imbas Proyek Tol Jogja-Solo

Sleman
| Jum'at, 17 April 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement