Advertisement

Negosiasi AS-Iran Mandek, Indonesia Desak Dialog Dilanjutkan

Newswire
Kamis, 16 April 2026 - 18:27 WIB
Sunartono
Negosiasi AS-Iran Mandek, Indonesia Desak Dialog Dilanjutkan Bendera Iran.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Indonesia mendesak agar pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran tetap dilanjutkan meski putaran awal negosiasi belum menghasilkan kesepakatan. Upaya diplomasi dinilai penting untuk mencegah konflik meluas.

Kementerian Luar Negeri RI menilai perundingan yang difasilitasi di Islamabad pada akhir pekan lalu merupakan langkah awal yang positif, meski hasilnya belum sesuai harapan.

Advertisement

“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua pihak. Namun demikian, Indonesia memandang perundingan tersebut merupakan langkah awal yang tepat dan sangat penting, sehingga harus dilanjutkan,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Kamis (16/4/2026).

Indonesia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menahan diri agar konflik tidak berdampak lebih luas terhadap stabilitas global. Pemerintah menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur dialog dan diplomasi.

Selain itu, Indonesia menyerukan agar semua pihak tetap menghormati kedaulatan wilayah serta mematuhi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia juga menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu konflik ini,” ujar Yvonne.

Sebelumnya, perundingan antara AS dan Iran digelar di Islamabad setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Namun, Wakil Presiden AS J. D. Vance menyatakan negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan. Delegasi AS pun kembali tanpa hasil.

Situasi kemudian memanas setelah Trump memutuskan memblokade Selat Hormuz dan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal yang melintas dengan pembayaran tertentu.

Meski demikian, peluang perundingan lanjutan masih terbuka. Trump menyebut dialog berikutnya antara Washington dan Teheran berpotensi kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat.

Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran pada tahun 2026 dipicu oleh operasi militer besar-besaran bertajuk Operation Epic Fury yang diluncurkan pada 28 Februari 2026.

Serangan udara gabungan AS dan Israel tersebut menargetkan infrastruktur strategis, fasilitas nuklir, serta kepemimpinan tinggi Teheran, yang mengakibatkan gugurnya Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei dalam gelombang serangan pertama.

Iran segera membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Timur Tengah, menyerang fasilitas diplomatik di Kuwait dan Riyadh, serta mengambil langkah ekstrem dengan menutup total Selat Hormuz.

Tindakan ini memicu krisis energi global yang drastis dan memperluas teater perang hingga melibatkan proksi di Lebanon dan Yaman.

​Memasuki bulan April 2026, ketegangan sempat mereda melalui kesepakatan gencatan senjata singkat yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad pada 7-8 April. Namun, harapan perdamaian tersebut kandas setelah perundingan diplomatik gagal mencapai titik temu terkait tuntutan pelucutan material nuklir Iran.

Kegagalan negosiasi ini memicu Presiden Donald Trump untuk memerintahkan blokade total terhadap pelabuhan utama Iran dan Selat Hormuz mulai Senin, 13 April 2026. Langkah ini bertujuan untuk memutus akses ekonomi Teheran sekaligus mencegat lalu lintas kapal yang masih membayar retribusi kepada pemerintah Iran.

Hingga pertengahan April, situasi di kawasan Teluk tetap berada di ambang ketidakpastian tinggi dengan kehadiran armada laut internasional yang bersiaga menghadapi potensi serangan balasan baru dari Garda Revolusi Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dapur MBG di Banguntapan Picu Pro Kontra, Ini Kata Warga

Dapur MBG di Banguntapan Picu Pro Kontra, Ini Kata Warga

Bantul
| Kamis, 16 April 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement