China Tuduh Filipina Serang Penjaga Pantai di Laut China Selatan
China menuduh personel militer Filipina menyerang penjaga pantai di Laut China Selatan dan melayangkan protes diplomatik kepada Manila.
Foto ilustrasi penumpang kereta api, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JAKARTA— PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan layanan WiFi berbasis 5G mulai tersedia di kereta api jarak jauh pada Juni–Juli 2026, bertepatan dengan momentum libur sekolah dan musim perjalanan tinggi. Layanan ini disiapkan untuk menjawab keluhan penumpang terkait kualitas internet di dalam perjalanan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan peningkatan konektivitas menjadi prioritas karena masih banyak penumpang mengeluhkan koneksi internet yang tidak stabil, terutama untuk kebutuhan streaming selama perjalanan.
“Sekarang itu banyak keluhan bahwa internet di dalam kereta kurang bagus, kalau streaming kurang bagus. Makanya, kalau bisa jaringan 5G itu, layanan internet lebih oke coba kami hadirkan di bulan Juni-Juli,” ujar Bobby di Jakarta, Rabu.
Ia menyebut layanan WiFi 5G akan menjadi bagian dari penguatan fasilitas hiburan dan kenyamanan penumpang, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan jarak jauh di Indonesia.
Rute Prioritas Layanan 5G
KAI akan memprioritaskan sejumlah rute padat penumpang seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Jalur tersebut dipilih karena tingginya mobilitas penumpang terutama saat periode liburan.
Beberapa layanan kereta yang disebut menjadi prioritas awal antara lain KA Taksaka serta kereta kelas eksekutif di lintasan utara seperti Argo series yang melayani rute utama antarkota besar.
Kolaborasi KAI, SURGE, dan Huawei
Pengembangan teknologi ini dilakukan melalui kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Solusi Sinergi Digital Tbk, dan Huawei Tech Investment melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta.
Kolaborasi tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni penguatan infrastruktur ICT, pengembangan jaringan 5G berbasis FRMCS (Future Railway Mobile Communication System), serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk operasional kereta barang.
Pada aspek infrastruktur, kerja sama ini akan membangun jaringan backbone, perluasan cakupan nirkabel di stasiun dan depo, serta integrasi sistem cloud untuk mendukung fleksibilitas layanan.
Sementara pada aspek keselamatan, teknologi 5G FRMCS akan diuji coba untuk mendukung komunikasi kereta yang lebih aman dan efisien, termasuk pada proyek percontohan di lintasan Rangkasbitung–Tanah Abang.
Selain itu, teknologi AI juga akan digunakan untuk mendeteksi kondisi gerbong barang secara otomatis melalui analisis video, sehingga dapat mengurangi inspeksi manual dan meningkatkan efisiensi operasional.
KAI menilai transformasi digital ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan transportasi berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang di seluruh jaringan perkeretaapian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China menuduh personel militer Filipina menyerang penjaga pantai di Laut China Selatan dan melayangkan protes diplomatik kepada Manila.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling