Media Dunia Soroti Mundurnya Nanik Deyang di Tengah Polemik MBG

Jumali
Jumali Rabu, 22 Juli 2026 17:27 WIB
Media Dunia Soroti Mundurnya Nanik Deyang di Tengah Polemik MBG

Nanik S. Deyang. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Pergantian kepemimpinan kembali terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, resmi mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026) dengan alasan kesehatan. Keputusan tersebut segera menarik perhatian media internasional karena terjadi saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.

Associated Press (AP), Reuters, dan South China Morning Post (SCMP) termasuk media asing yang secara khusus menyoroti pengunduran diri Nanik. Ketiganya menempatkan peristiwa tersebut dalam konteks dinamika program MBG yang merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Associated Press menyoroti fakta bahwa Nanik hanya menjabat sekitar 45 hari sebelum akhirnya mengundurkan diri. Dalam laporannya, AP menyebut BGN kehilangan pemimpin kedua dalam kurun waktu sekitar dua bulan setelah pendahulunya, Dadan Hindayana, diberhentikan dan kemudian terseret kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan program tersebut. AP juga menyoroti besarnya nilai program MBG yang mencapai miliaran dolar AS dan ketidakpastian yang muncul akibat pergantian kepemimpinan berulang di lembaga tersebut.

Sementara itu, Reuters mengaitkan pengunduran diri Nanik dengan situasi yang sedang dihadapi program MBG. Dalam laporannya, kantor berita asal Inggris tersebut menyoroti pemangkasan anggaran, penyelidikan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan pelaksanaan program, persoalan distribusi, kekhawatiran terhadap kualitas makanan, hingga sejumlah kasus keracunan massal yang sempat terjadi di berbagai daerah.

Reuters juga mencatat bahwa pengunduran diri Nanik terjadi sehari setelah BGN mengumumkan pemangkasan kembali anggaran MBG tahun 2026. Nilai anggaran yang semula dirancang sebesar Rp335 triliun telah beberapa kali direvisi hingga tersisa Rp229 triliun. Sebelumnya anggaran sempat berada pada angka Rp268 triliun.

Adapun SCMP menyoroti aspek kesehatan yang menjadi alasan utama pengunduran diri Nanik. Media berbasis di Hong Kong tersebut menuliskan bahwa Nanik mengaku dokter yang menanganinya menemukan indikasi penyumbatan arteri yang dipicu tingkat stres tinggi selama menjalankan tugas sebagai kepala lembaga.

Dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media, Nanik menyampaikan bahwa dirinya harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri dan telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan seribu permohonan maaf saya harus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional demi kesehatan saya. Karena Presiden merasa prihatin terhadap saya, beliau menyetujui keputusan tersebut,” tulis Nanik.

Sorotan media asing tidak lepas dari posisi strategis MBG sebagai program unggulan pemerintah. Program ini sejak awal dirancang untuk menjangkau puluhan juta anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Menurut data BGN sebelum peninjauan anggaran terbaru, program tersebut telah menjangkau sekitar 62,5 juta penerima manfaat. Sementara target awal yang dicanangkan pemerintah mencapai sekitar 83 juta penerima yang terdiri atas anak-anak dan ibu hamil.

Meski demikian, perjalanan MBG tidak sepenuhnya mulus. Selain menghadapi tantangan logistik dan pengawasan kualitas makanan, program tersebut juga beberapa kali menjadi sorotan akibat kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah serta penyelidikan hukum yang menyeret mantan pimpinan BGN.

Pergantian pucuk pimpinan dalam waktu singkat membuat perhatian internasional kembali tertuju pada masa depan program MBG. Sejumlah media asing menilai stabilitas kepemimpinan dan penguatan pengawasan akan menjadi faktor penting untuk memastikan program bernilai ratusan triliun rupiah tersebut tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan status gizi anak-anak dan kelompok rentan di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online