Advertisement

Survei: 68 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran

Newswire
Senin, 13 April 2026 - 03:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Survei: 68 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui - tom.

Advertisement

Harianjogja.com, MOSKOW — Mayoritas warga Amerika Serikat mengaku cemas terhadap konflik dengan Iran, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis YouGov bersama CBS News.

Sebanyak 68 persen responden menyatakan merasa khawatir. Selain itu, 57 persen mengaku tertekan dan 54 persen menyebut marah atas situasi yang berkembang.

Advertisement

Mayoritas Nilai Dampak Konflik Negatif

Survei tersebut menunjukkan 59 persen warga menilai konflik yang berlangsung berdampak “agak buruk” hingga “sangat buruk” bagi Amerika Serikat. Angka ini meningkat dibanding survei sebelumnya pada 22 Maret.

Di sisi lain, persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah juga cenderung negatif.

Sebanyak 62 persen responden menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki rencana yang jelas terkait konflik tersebut. Bahkan, 66 persen menyebut pemerintah belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai tujuan militernya.

Pernyataan Trump Tuai Kritik

Pernyataan Trump yang mengancam akan “menghancurkan peradaban Iran” melalui media sosial juga menuai respons negatif.

Sebanyak 59 persen responden tidak menyukai pernyataan tersebut, dengan 47 persen di antaranya menyatakan sangat tidak setuju.

Secara keseluruhan, 64 persen warga AS tidak menyetujui cara Trump menangani konflik dengan Iran. Sementara itu, 61 persen memberikan penilaian negatif terhadap kinerjanya secara umum.

Metodologi Survei

Survei dilakukan pada 8–10 April terhadap 2.387 orang dewasa di Amerika Serikat, dengan margin kesalahan sekitar 2,4 poin persentase.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang dilaporkan menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Terbaru, Presiden Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, sebagai upaya meredakan ketegangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur

Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur

Jogja
| Senin, 13 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Wisata
| Minggu, 12 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement