Advertisement
Bandara Palm Beach Ganti Nama Jadi Donald Trump
Ilustrasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Internasional Palm Beach resmi akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Donald J. Trump mulai Juli 2026, memicu pro dan kontra di Amerika Serikat.
Kebijakan ini tak hanya berkaitan dengan faktor historis, tetapi juga menuai kritik karena biaya perubahan yang dinilai membebani publik.
Advertisement
Gubernur Florida Ron DeSantis telah menandatangani Rancangan Undang-Undang yang menetapkan perubahan nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump.
Perubahan ini dijadwalkan berlaku efektif mulai 1 Juli 2026, namun masih menunggu persetujuan akhir dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
BACA JUGA
FAA perlu melakukan penyesuaian administratif, termasuk pembaruan data navigasi dan peta penerbangan global agar perubahan tidak mengganggu operasional penerbangan.
Alasan Kedekatan Trump dengan Palm Beach
Keputusan ini didasari hubungan erat Donald Trump dengan wilayah Palm Beach, terutama karena kedekatannya dengan resor pribadi Mar-a-Lago yang berjarak sekitar lima mil dari bandara.
Selama menjabat sebagai presiden, Trump diketahui kerap menggunakan bandara tersebut untuk perjalanan menuju kediamannya.
Keluarga Trump pun menyambut kebijakan ini.
“Bangga bisa memainkan peran kecil dalam mewujudkan hal ini. Terima kasih banyak kepada Gubernur DeSantis,” tulis Eric Trump melalui media sosial X, Rabu (1/4/2026).
Kritik Biaya Pergantian Nama
Di sisi lain, kebijakan ini menuai kritik tajam, terutama terkait biaya yang harus ditanggung. Proses pergantian nama diperkirakan mencapai 5 juta dolar AS atau sekitar Rp79 miliar.
Dana tersebut mencakup penggantian papan nama, dokumen administratif, hingga sistem informasi bandara.
Pemimpin Demokrat di DPR Florida, Fentrice Driskell, menilai kebijakan ini tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Biaya hidup terus meningkat bagi warga Florida, namun pemimpin Republik justru memprioritaskan pemborosan anggaran untuk mengganti nama bandara,” tegasnya.
Fenomena Penamaan Infrastruktur Publik
Penggunaan nama Trump pada fasilitas publik bukan hal baru. Sebelumnya, usulan serupa juga muncul untuk Bandara Dulles di Virginia dan Stasiun Penn di New York. Langkah ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh nama Trump di berbagai sektor publik di Amerika Serikat.
Dengan proses perubahan yang masih berjalan, publik kini menanti bagaimana transisi dilakukan tanpa mengganggu operasional penerbangan, sekaligus mempertanyakan dampak kebijakan ini terhadap penggunaan anggaran publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Film Terlaris Maret 2026, Danur dan Suzzanna Unggul
- Ujian TKA Dimulai April, Sekolah dan Orang Tua Diklaim Makin Siap
- Babak I Bolivia vs Irak 1-1, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Prediksi Irak vs Bolivia: Perebutan Tiket Terakhir Piala Dunia 2026
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- BGN Kembali Menutup Ratusan Dapur MBG, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement







