Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, MALANG—Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup mulai mematangkan rencana pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Malang Raya. Sejumlah kriteria teknis ketat ditetapkan guna memastikan proyek strategis ini mampu menangani persoalan limbah secara berkelanjutan di Jawa Timur.
Dalam peninjauan lapangan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, aspek keterhubungan jaringan listrik hingga aksesibilitas air menjadi indikator utama penentuan lokasi. Langkah ini merupakan gerak cepat usai adanya kesepakatan formal antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan jajaran kepala daerah di kawasan Malang Raya.
Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa tinjauan awal secara teknis dilakukan untuk melihat kapasitas lahan, aksesibilitas, ketersediaan air, keterhubungan dengan jaringan listrik, serta aspek transportasi dan demografi calon lokasi PSEL.
"Hasil tinjauan awal ini akan ditindaklanjuti tim gabungan pemerintah pusat untuk melakukan assessment kelayakan lingkungan dan kesiapan teknis. Apabila karakteristiknya sesuai, maka saya akan menerbitkan surat keputusan Menteri LH/Kepala BPLH tentang pembangunan PSEL," kata Menteri Hanif pada Minggu (29/3/2026).
Kehadiran PSEL ini mendesak mengingat timbulan sampah di Malang Raya mencapai 1.947,1 ton setiap harinya, dengan rincian beban terbesar berasal dari Kabupaten Malang sebesar 1.093,96 ton. "Kemudian, atas persetujuan Pak Menko Pangan, dilakukan proses pengadaan barang dan jasa (pelelangan) oleh Danantara," tambah Hanif.
Pemerintah menargetkan fasilitas energi hijau ini mampu menyerap dan mengolah setidaknya 1.038 ton sampah per hari agar tidak lagi menumpuk di tempat pembuangan akhir. Bupati Malang Sanusi pun menyatakan dukungannya dengan menyediakan lahan khusus untuk mempercepat realisasi pusat energi baru ini.
"Kami telah menyiapkan lahan di sini (Kecamatan Pakis) untuk pembangunan PSEL. Selanjutnya, kami masih menunggu penilaian dari pemerintah pusat. Kami berharap, jika PSEL dibangun di sini, Kabupaten Malang bisa menjadi pusat energi dan berdampak positif pada industri besar di wilayah ini," katanya.
Proyek ini dijalankan di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan. Melalui PSEL, efisiensi pengelolaan limbah diharapkan meningkat sekaligus memasok kebutuhan listrik bagi sektor industri dan rumah tangga di wilayah tersebut secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Google uji coba penyimpanan Gmail gratis 5 GB untuk akun baru. Cara dapat 15 GB penuh: tautkan nomor telepon. Simak detailnya.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.