Advertisement
Meta PHK 700 Karyawan, Alihkan Fokus dari Metaverse ke AI
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Raksasa teknologi Meta kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 700 karyawan, yang mayoritas berasal dari divisi Facebook dan unit virtual reality (VR), Reality Labs.
Langkah efisiensi ini diambil seiring keputusan strategis perusahaan untuk mengalihkan prioritas investasi dari proyek metaverse menuju pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah naik daun.
Advertisement
PHK terbaru ini menambah panjang daftar pengurangan tenaga kerja di Meta, setelah sebelumnya pada Januari lalu perusahaan telah memangkas 1.500 pekerja.
Sebagian besar pengurangan tersebut berdampak pada divisi yang mengembangkan headset VR Quest dan platform Horizon Worlds, sehingga saat ini total karyawan Meta tercatat berada di angka 78.000 orang.
BACA JUGA
“Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terpengaruh,” ujar juru bicara Meta sebagaimana dikutip dari Gizmodo pada Kamis (26/3/2026).
Pihak manajemen menyebut bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari penyesuaian internal agar perusahaan dapat beroperasi lebih efektif dalam mencapai target-target teknologi masa depan.
Sejak melakukan rebranding nama dari Facebook menjadi Meta pada 2021, CEO Mark Zuckerberg sangat ambisius menjadikan metaverse sebagai masa depan internet.
Namun, realita di pasar menunjukkan adopsi teknologi ini tidak semudah yang dibayangkan karena perangkat VR masih dianggap kurang praktis bagi penggunaan harian masyarakat luas.
Meskipun Reality Labs telah menggelontorkan dana fantastis mencapai US$73 miliar atau sekitar Rp1 kuadriliun, hasil yang dicapai belum memenuhi ekspektasi.
Hal ini kontras dengan keberhasilan produk kacamata pintar Ray-Ban Meta yang justru lebih diminati karena desainnya yang menyerupai kacamata konvensional namun memiliki fungsi cerdas.
Kini, fokus utama Zuckerberg telah bergeser ke arah AI, termasuk proyek pengembangan agen AI pribadi untuk membantu produktivitas internal.
Di saat yang sama, Meta juga tengah terhimpit tekanan hukum besar, termasuk denda US$375 juta di New Mexico terkait keamanan platform bagi anak-anak, serta gugatan ganti rugi terkait dampak kesehatan mental pengguna Instagram.
Ke depan, gelombang PHK di tubuh Meta diprediksi masih akan berlanjut. Laporan industri menyebutkan bahwa perusahaan kemungkinan akan memangkas hingga 20% tenaga kerjanya, atau sekitar 15.000 karyawan tambahan.
Langkah pahit ini dinilai perlu diambil demi menutup biaya investasi AI yang masif serta menyederhanakan struktur organisasi di tengah ribuan gugatan hukum yang masih membayangi perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
Advertisement
Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
- Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh
- Bus Damri Tanpa Dokumen Ditahan di Terminal Tirtonadi Solo
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
Advertisement
Advertisement






