Advertisement

Situasi Iran Tegang, Ratusan Orang Ditangkap Dianggap Mata-Mata

Maya Herawati
Senin, 16 Maret 2026 - 14:17 WIB
Maya Herawati
Situasi Iran Tegang, Ratusan Orang Ditangkap Dianggap Mata-Mata Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati

Advertisement

Harianjogja.com, TEHERAN—Otoritas keamanan di Iran menangkap sekitar 500 orang yang dituduh terlibat aktivitas spionase atau mata-mata sejak konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pecah. Penangkapan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan operasi militer di kawasan.

Seperti dikutip dari Anadolu, Senin (16/3/2026), Kepala Kepolisian Iran, Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan, pada Minggu (15/3/2026), menyatakan para tersangka diduga memata-matai untuk pihak yang dianggap musuh serta media yang dinilai bermusuhan. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita semi-resmi Tasnim.

Advertisement

Menurut Radan, sekitar 250 orang dari total yang ditangkap diduga memberikan informasi intelijen kepada stasiun televisi yang berbasis di London, Iran International. Informasi yang diberikan antara lain disebut berkaitan dengan lokasi yang menjadi sasaran serangan.

Ia menambahkan bahwa sebagian tersangka juga dikaitkan dengan kelompok bersenjata serta diduga berupaya mengganggu ketertiban umum. Para tahanan tersebut disebut membocorkan informasi sensitif kepada pihak luar yang dianggap musuh oleh pemerintah Iran.

Pemerintah Iran sebelumnya menetapkan Iran International TV sebagai organisasi teroris pada 2022. Pemerintah menuduh media tersebut menyebarkan informasi menyesatkan mengenai gelombang protes anti-pemerintah di negara itu serta mendorong demonstran melakukan tindakan kekerasan.

Selain itu, otoritas Iran juga mengumumkan penyitaan aset milik staf media tersebut yang berada di Iran sebagai bagian dari langkah hukum yang diambil pemerintah.

Penangkapan ratusan orang ini terjadi ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlanjut sejak 28 Februari. Konflik tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah kawasan di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Iran menyebut serangan itu diarahkan pada aset militer Amerika Serikat di kawasan.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada beberapa infrastruktur sipil. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah juga mulai memengaruhi pasar global serta aktivitas penerbangan internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Anadolu

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

IGD dan Layanan Persalinan di Gunungkidul Siaga Saat Lebaran

IGD dan Layanan Persalinan di Gunungkidul Siaga Saat Lebaran

Gunungkidul
| Senin, 16 Maret 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement