Advertisement

Iran Beralih ke BeiDou China, Tinggalkan Sistem GPS AS

Jumali
Minggu, 15 Maret 2026 - 07:47 WIB
Jumali
Iran Beralih ke BeiDou China, Tinggalkan Sistem GPS AS Ilustrasi satelit (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Iran memutuskan meninggalkan ketergantungan pada sistem navigasi satelit Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat dan beralih menggunakan BeiDou Navigation Satellite System buatan China. Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan akurasi sistem navigasi di sektor militer maupun sipil.

Berdasarkan laporan National Herald India, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Teheran untuk mengurangi risiko manipulasi atau pembatasan sinyal navigasi oleh pihak luar. Selama bertahun-tahun, sejumlah infrastruktur vital Iran—mulai dari jaringan komunikasi, armada kapal dagang hingga sistem persenjataan—masih bergantung pada satelit navigasi milik Amerika Serikat.

Advertisement

Menurut berbagai analisis strategis, ketergantungan pada GPS membuat negara pengguna berpotensi menghadapi pembatasan kualitas sinyal yang dapat dilakukan secara selektif oleh Washington. Kekhawatiran tersebut muncul setelah beberapa laporan menyebutkan adanya gangguan sinyal GPS di kawasan Teluk yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat serta aktivitas elektronik yang dilakukan Israel.

Sebagai alternatif, Iran memilih sistem navigasi BeiDou yang dikembangkan China. Sistem tersebut diklaim memiliki sinyal militer terenkripsi dengan tingkat presisi tinggi yang dapat mencapai skala desimeter, kemampuan yang dinilai sebanding bahkan melampaui akurasi GPS untuk penggunaan sipil.

Hubungan teknologi antara Iran dan China mulai menguat sejak 2021 ketika Teheran mendapatkan akses ke layanan sinyal militer tingkat lanjut dari BeiDou. Akses semacam ini umumnya diberikan Beijing kepada negara mitra strategis yang terlibat dalam kerja sama teknologi dan pertahanan jangka panjang.

Integrasi teknologi tersebut diyakini berdampak pada peningkatan presisi sejumlah sistem persenjataan Iran, termasuk dalam serangan rudal yang dilaporkan terjadi pada April 2024 di wilayah Israel. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sejumlah proyektil memiliki tingkat deviasi sasaran yang relatif kecil dibandingkan sistem sebelumnya.

Selain untuk kebutuhan militer, penggunaan BeiDou juga mulai merambah sektor sipil di Iran. Teknologi ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti navigasi kapal, pemetaan maritim, pengoperasian drone pertanian, hingga integrasi dengan aplikasi transportasi digital.

Perkembangan ini juga dipandang sebagai bagian dari dinamika baru dalam persaingan teknologi global. China melalui inisiatif jaringan satelitnya berupaya memperluas pengaruh navigasi global, sementara beberapa negara lain mulai mengombinasikan sistem satelit berbeda, termasuk integrasi dengan GLONASS milik Rusia.

Langkah Iran beralih ke BeiDou mencerminkan perubahan lanskap teknologi navigasi global yang semakin multipolar, di mana sejumlah negara mulai mengembangkan atau mengadopsi sistem alternatif di luar dominasi GPS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret

Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret

Jogja
| Minggu, 15 Maret 2026, 06:47 WIB

Advertisement

Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul

Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul

Wisata
| Sabtu, 14 Maret 2026, 10:32 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement