Advertisement
Makan Bergizi Gratis Jangkau 61 Juta Orang, UMKM Lokal Jadi Pemasok
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis berupa sayur, ayam goreng lengkap dengan buah dan susu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), mencatatkan capaian besar dengan menjangkau sebanyak 61.239.037 penerima manfaat hingga awal Maret 2026. Distribusi bantuan gizi ini menyasar kelompok prioritas yang terdiri atas anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui di seluruh penjuru tanah air.
Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, mengungkapkan bahwa kesuksesan operasional di lapangan saat ini didukung oleh keberadaan 24.443 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit layanan ini tersebar secara masif di berbagai daerah guna memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan asupan nutrisi yang berkualitas dan tepat sasaran.
Advertisement
"Untuk memastikan standar layanan tetap terjaga, sebanyak 32.869 petugas pengawas lapangan diterjunkan guna mengawal operasional agar berjalan sesuai ketentuan," papar Qodari dalam konferensi pers di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Dari puluhan ribu unit yang beroperasi, sebanyak 8.700 SPPG dipastikan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) demi menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Pemerintah mematok target ambisius untuk memperluas cakupan program ini hingga menyentuh angka 82,9 juta penerima manfaat sepanjang tahun 2026. Guna merealisasikan sasaran tersebut, jumlah unit SPPG akan terus ditambah hingga mencapai 32.000 unit untuk mempercepat pemerataan akses gizi dan meminimalkan kesenjangan layanan antarkawasan.
BACA JUGA
Qodari menegaskan bahwa esensi dari program MBG tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik semata, melainkan menjadi stimulus kuat bagi penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Hingga saat ini, program tersebut telah menjalin kemitraan dengan 94.056 pemasok, di mana sekitar 38.938 di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak rantai pasok.
Langkah pelibatan sektor usaha lokal ini terbukti efektif dalam menciptakan perputaran ekonomi di pedesaan mengingat sekitar 70 persen belanja bahan pangan bersumber langsung dari produk petani dan peternak setempat. Skema pemberdayaan tersebut diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan sehingga ketahanan pangan nasional semakin kokoh sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para produsen pangan lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
Advertisement
Makan Bergizi Gratis di Kulonprogo Cantumkan Harga dan Rincian Gizi
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga Pertalite Tak Naik Meski Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS
- Lebaran 2026: Bantul Kerahkan Tim Wasdal, Cegah Parkir Nuthuk
- Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya ke APBN 2026
- Bandara Zayed Abu Dhabi Buka Terbatas Usai Konflik
- Harga Minyak Tembus 80 Dolar AS, APBN 2026 Tertekan
- BKK Keistimewaan Gunungkidul Naik Rp120 Juta
- BYD Great Tang Tantang Mercedes GLS, Rilis 5 Maret
Advertisement
Advertisement






