Advertisement
Dewan Kepemimpinan Sementara Iran, Ayatollah Arafi Isi Posisi Penting
Ayatollah Alireza Arafi - ist - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Dewan Kepemimpinan Sementara Iran resmi dibentuk sebagai mekanisme transisi kekuasaan negara, dengan Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk mengisi posisi strategis. Penunjukan ini dilakukan setelah aktivasi Pasal 111 Konstitusi Republik Islam Iran yang mengatur pemerintahan darurat saat terjadi kekosongan kepemimpinan tertinggi.
Berdasarkan laporan News.Az yang mengutip sumber CNN, Sabtu (1/3/2026), Ayatollah Alireza Arafi akan bekerja bersama Presiden Masoud Pezeshkian serta Kepala Kehakiman dalam menjalankan pemerintahan interim. Struktur kepemimpinan kolektif ini dirancang untuk menjaga stabilitas negara hingga pemimpin tetap ditetapkan.
Advertisement
Pembentukan dewan tersebut dilakukan seusai muncul konfirmasi mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memicu pemberlakuan protokol darurat konstitusi.
Sesuai ketentuan hukum, triumvirat atau dewan tiga orang harus segera dibentuk untuk mengambil alih otoritas negara sampai suksesor permanen terpilih. Dalam struktur ini, Ayatollah Alireza Arafi berperan sebagai perwakilan ahli hukum agama yang dipilih langsung dari Dewan Garda.
BACA JUGA
Kehadiran Arafi melengkapi komposisi tiga pilar kepemimpinan sementara Iran. Ia berbagi mandat kekuasaan dengan Presiden Masoud Pezeshkian yang memimpin cabang eksekutif serta Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei yang mengendalikan sektor hukum dan keamanan.
Ketiganya kini memegang kendali kebijakan negara yang sebelumnya berada di bawah otoritas tunggal Khamenei, termasuk arah kebijakan luar negeri dan militer di tengah dinamika geopolitik kawasan yang memanas.
Tokoh Intelektual Berpengaruh
Seperti dikutip dari, Wionews.com, Ayatollah Alireza Arafi dikenal sebagai tokoh intelektual berpengaruh di lingkungan elit agama Kota Qom. Ulama kelahiran 1959 tersebut, yang kini berusia 67 tahun, tercatat menduduki sejumlah posisi strategis sekaligus, yakni Direktur sistem Seminari Islam nasional, anggota Dewan Garda, serta anggota Majelis Ahli.
Rekam jejaknya di struktur birokrasi keagamaan membuatnya dinilai sebagai figur paling rasional untuk mengisi posisi penting pada masa krisis kepemimpinan Iran.
Meski berasal dari lingkungan tradisional, Arafi dikenal memiliki pendekatan modern terhadap perkembangan teknologi. Ia menguasai bahasa Arab dan Inggris serta sering menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam penyebaran ideologi negara secara global.
Karakter tersebut membuatnya dipandang sebagai sosok yang mampu menjembatani nilai revolusi lama dengan tuntutan era digital.
Penunjukan mantan Kepala Universitas Internasional Al-Mustafa tersebut juga dinilai sebagai sinyal kuat bagi Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) terkait kesinambungan ideologi negara.
Sebagai loyalis yang dipercaya, Arafi diharapkan mampu memastikan transisi kekuasaan berjalan stabil tanpa perubahan arah politik yang drastis, termasuk dalam koordinasi pertahanan menghadapi pengaruh asing seperti Amerika Serikat dan Israel.
Peran Dewan Kepemimpinan Sementara Iran bersifat sementara namun sangat menentukan arah masa depan negara. Selain menjalankan pemerintahan harian, Arafi bersama 88 anggota Majelis Ahli juga melakukan proses tertutup untuk menyeleksi kandidat Pemimpin Tertinggi yang baru.
Proses suksesi formal ini berjalan paralel dengan upaya menjaga stabilitas nasional hingga keputusan final ditetapkan oleh para ulama senior, sehingga posisi Dewan Kepemimpinan Sementara Iran tetap menjadi kunci dalam fase transisi politik negara tersebut.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : News.az, CNN, Wionews.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Motor Scoopy Tabrak Divider di Maguwoharjo, Pemotor Meninggal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Serangan Israel Hantam Sekolah di Iran, 40 Orang Tewas
- Nelayan Trenggalek Hilang, Pencarian Jumali di Wonogiri Diperluas
- Ketegangan Iran-Israel, CENTCOM Tak Beri Keterangan
- Dokumen PPPK Dipersoalkan, Perempuan Kartasura Gugat Mantan Suami
- Indonesia Siap Mediasi AS-Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah
- KBRI: Ratusan WNI di Iran Dilaporkan Dalam Kondisi Aman
- Safari Ramadan PKB DIY 2026, Sinergi dengan Kiai NU Persiapkan 2029
Advertisement
Advertisement






