Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat kesiapan operasional pesawat tempur Rafale dengan mematangkan pelatihan calon penerbang dan personel pendukung. Proses penyiapan sumber daya manusia dilakukan seiring rencana kedatangan bertahap pesawat tempur buatan Prancis tersebut ke Indonesia.
Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Binggi "Rayden" Nobel mengatakan pelatihan calon penerbang Rafale masih terus berlangsung hingga seluruh armada pesawat tiba. Kesiapan personel dinilai menjadi faktor penting agar pengoperasian pesawat tempur generasi terbaru itu dapat berjalan optimal.
"Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan terus berjalan hingga seluruh pesawat datang," kata Binggi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin.
Menurut Binggi, TNI AU saat ini telah memiliki delapan calon pilot Rafale yang dipersiapkan sepanjang tahun ini. Para penerbang tersebut dipilih melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat.
Sebelum mengikuti program latihan khusus Rafale, para calon penerbang terlebih dahulu disaring berdasarkan pengalaman serta jam terbang sebagai pilot pesawat tempur. Setelah memenuhi seluruh persyaratan, mereka baru diperbolehkan mengikuti tahapan pelatihan lanjutan sebagai calon penerbang Rafale.
Dia menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan mencakup kemampuan teknis hingga praktik pengoperasian pesawat tempur. Tidak hanya di dalam negeri, sebagian calon pilot juga sempat menjalani pelatihan langsung di Prancis sebagai negara produsen Rafale.
Selain menyiapkan penerbang, Skadron 12 TNI AU juga direncanakan akan menerima tambahan empat pilot Rafale untuk memperkuat kesiapan operasional skadron tersebut.
"Saat ini kita dari yang sudah ada adalah memiliki delapan penerbang, yang di mana delapan ini, empat di antaranya sedang melaksanakan program konversi [latihan]," jelas Binggi.
Binggi berharap kesiapan personel, alutsista, hingga infrastruktur pendukung Rafale dapat terbangun secara maksimal sehingga mendukung kekuatan pertahanan udara nasional. Menurut dia, kesiapan pilot, teknisi, dan unsur pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam pengawakan serta operasional Skadron Pesawat MRCA Rafale di lingkungan TNI AU.
"Kesiapan pilot, teknisi dan dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale," tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.