IHSG Anjlok 1,72 Persen, Tertekan Bursa Global dan Saham Teknologi
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik
Harianjogja.com, DOHA—Ketegangan di jalur energi global tepatnya di Selat Hormuz mendorong Qatar menyerukan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah dampak lanjutan terhadap perekonomian dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers di Doha, Selasa 921/4/2026). Ia menegaskan, perpanjangan gencatan senjata diperlukan apabila jalur diplomasi belum menghasilkan kesepakatan damai.
“Kami mendukung perpanjangan gencatan senjata hingga solusi damai tercapai antara Amerika Serikat dengan Iran,” kata Ansari.
Ia memperingatkan bahwa kembalinya konflik terbuka hanya akan memperburuk situasi global. Selain itu akan merugikan banyak pihak. “Kembali ke situasi permusuhan tidak menguntungkan siapa pun dan akan mencekik perekonomian global,” ujarnya.
Qatar juga menyatakan dukungan terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan, sembari memastikan komunikasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi.
Ansari menepis anggapan bahwa negara-negara Teluk tidak dilibatkan dalam dinamika regional. Menurutnya, krisis di Selat Hormuz telah berdampak global sehingga membutuhkan koordinasi luas.
“Kami bekerja sama dengan semua mitra untuk mengembalikan selat tersebut ke kondisi sebelumnya sehingga lancar kembai,” katanya.
Ia juga mendesak Teheran membuka jalur komunikasi dan kembali ke meja perundingan demi penyelesaian damai.
Sebagai konteks, pada 2 Maret Iran mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, beberapa hari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Negara tersebut menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April, setelah sebelumnya memfasilitasi gencatan senjata selama 14 hari yang dimulai 8 April dan dijadwalkan berakhir Rabu malam waktu Washington.
Namun, ketidakpastian masih membayangi. Donald Trump menyebut peluang perpanjangan gencatan senjata sangat kecil dan menegaskan Selat Hormuz akan tetap diblokir hingga tercapai kesepakatan.
Kondisi ini membuat stabilitas jalur distribusi energi dunia kembali dipertaruhkan, seiring belum adanya kepastian lanjutan negosiasi antara kedua pihak" ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.