Advertisement
Indonesia Siap Mediasi AS-Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA - X)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan eskalasi konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi X, Sabtu (28/2/2026). Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.
Advertisement
Presiden Indonesia Siap Lakukan Mediasi
Kemlu RI menyatakan Indonesia siap berperan aktif mendorong dialog agar situasi keamanan di kawasan kembali kondusif.
BACA JUGA
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Menurut pemerintah, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan sekaligus mengancam perdamaian dan keamanan global. Karena itu, jalur diplomasi dinilai menjadi satu-satunya langkah berkelanjutan untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Imbauan untuk WNI
Selain mendorong upaya diplomatik, Kemlu RI juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi aktif dengan Perwakilan RI terdekat.
Latar Belakang Ketegangan
Ketegangan kembali meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menjadi yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak operasi militer pertama pada Juni 2025.
Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat yang, menurut Washington, berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua berlangsung di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium sebagai imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026), di tengah eskalasi konflik kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Serangan AS-Israel ke Iran, 4 Penerbangan Internasional Bali Tertunda
- Adipura 2025 Nihil, Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Layak
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
- Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 28 Februari 2026
- PSIM Jogja Menang Telak, Van Gastel Soroti Mudahnya Tim Kebobolan
- Ini Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 28 Februari 2026
- Cek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Hari Ini
- Hasil Sidang Disiplin, Mantan Kapolresta Sleman Diberi Sanksi Teguran
- Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
Advertisement
Advertisement








