Advertisement

Menkop: KPM Anggota Kopdes Merah Putih Dapat Dividen

Newswire
Rabu, 25 Februari 2026 - 04:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Menkop: KPM Anggota Kopdes Merah Putih Dapat Dividen Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, BANTEN—Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bergabung sebagai anggota Koperasi Desa Merah Putih berhak memperoleh dividen atau Sisa Hasil Usaha (SHU). Skema ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus daya beli masyarakat desa.

“Para penerima manfaat ini akan mendapatkan dividen atau sisa hasil usaha. Ini akan menambah jumlah pendapatan mereka dan sekaligus mengangkat daya beli masyarakat,” ujar Ferry saat meninjau Kopdes Merah Putih di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Selasa.

Advertisement

Ferry menjelaskan, keterlibatan KPM dalam koperasi merupakan strategi pemerintah untuk mendorong masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem—khususnya kelompok desil satu dan dua—agar dapat naik kelas secara ekonomi. Melalui koperasi, KPM tidak hanya berperan sebagai konsumen kebutuhan pokok dengan harga efisien, tetapi juga sebagai pemilik usaha yang ikut menikmati keuntungan.

Saat ini, Kopdes Merah Putih Desa Ranjeng telah menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sekitar Rp150 juta per bulan dari sekitar seribu anggota. Dengan masuknya KPM dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai anggota baru, tingkat partisipasi masyarakat diproyeksikan terus meningkat.

“Koperasi desa ini menjadi instrumen untuk memutarkan uang di desa-desa. Dampaknya bukan hanya pada ekonomi lokal, tetapi juga secara agregat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ferry.

Selain berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi etalase produk UMKM lokal. Koperasi akan mengonsolidasikan potensi desa, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran agar lebih kompetitif.

Dari sisi infrastruktur, Ferry menyebutkan saat ini telah tersedia sekitar 1.000 bangunan fisik koperasi yang rampung sepenuhnya di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan puluhan ribu bangunan koperasi lainnya dapat selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan uji coba program pemberdayaan produktif berupa bantuan ayam petelur kepada warga. Hasil produksi telur nantinya akan dipasarkan melalui koperasi desa.

“Hasil telurnya dijual di Kopdes. Ini bagian dari upaya pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri secara ekonomi,” pungkas Ferry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Plastik Mahal, Kemasan Air Minum di Jogja Diusulkan dalam Botol Kaca

Plastik Mahal, Kemasan Air Minum di Jogja Diusulkan dalam Botol Kaca

Jogja
| Sabtu, 11 April 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Wisata
| Sabtu, 11 April 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement