Advertisement
Menkop: KPM Anggota Kopdes Merah Putih Dapat Dividen
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, BANTEN—Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bergabung sebagai anggota Koperasi Desa Merah Putih berhak memperoleh dividen atau Sisa Hasil Usaha (SHU). Skema ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus daya beli masyarakat desa.
“Para penerima manfaat ini akan mendapatkan dividen atau sisa hasil usaha. Ini akan menambah jumlah pendapatan mereka dan sekaligus mengangkat daya beli masyarakat,” ujar Ferry saat meninjau Kopdes Merah Putih di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Selasa.
Advertisement
Ferry menjelaskan, keterlibatan KPM dalam koperasi merupakan strategi pemerintah untuk mendorong masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem—khususnya kelompok desil satu dan dua—agar dapat naik kelas secara ekonomi. Melalui koperasi, KPM tidak hanya berperan sebagai konsumen kebutuhan pokok dengan harga efisien, tetapi juga sebagai pemilik usaha yang ikut menikmati keuntungan.
Saat ini, Kopdes Merah Putih Desa Ranjeng telah menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sekitar Rp150 juta per bulan dari sekitar seribu anggota. Dengan masuknya KPM dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai anggota baru, tingkat partisipasi masyarakat diproyeksikan terus meningkat.
BACA JUGA
“Koperasi desa ini menjadi instrumen untuk memutarkan uang di desa-desa. Dampaknya bukan hanya pada ekonomi lokal, tetapi juga secara agregat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ferry.
Selain berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi etalase produk UMKM lokal. Koperasi akan mengonsolidasikan potensi desa, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran agar lebih kompetitif.
Dari sisi infrastruktur, Ferry menyebutkan saat ini telah tersedia sekitar 1.000 bangunan fisik koperasi yang rampung sepenuhnya di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan puluhan ribu bangunan koperasi lainnya dapat selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan uji coba program pemberdayaan produktif berupa bantuan ayam petelur kepada warga. Hasil produksi telur nantinya akan dipasarkan melalui koperasi desa.
“Hasil telurnya dijual di Kopdes. Ini bagian dari upaya pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri secara ekonomi,” pungkas Ferry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Terima 5.000 Dosis Vaksin PMK Jelang Iduladha
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY 24 Februari 2026
- OJK Periksa 32 Kasus Pasar Modal, Korporasi hingga Influencer
- Alaves vs Girona 2-2, Boye Gagalkan Kemenangan Tamu
- Pemadaman Listrik Sleman 24 Februari 2026, Cek Lokasi
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 24 Februari 2026
- KPK Telusuri Mekanisme DJBC di Kasus Impor Barang KW
Advertisement
Advertisement






