Advertisement

BGN Atur Menu MBG 3B dan Target 33.670 di SPPG 2026

Newswire
Jum'at, 13 Februari 2026 - 12:47 WIB
Maya Herawati
BGN Atur Menu MBG 3B dan Target 33.670 di SPPG 2026 Foto ilustrasi wadah MBG. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dipastikan terdiri atas makanan siap santap dan paket sehat. Hal ini ditegaskan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penguatan tata kelola distribusi dan perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2026, Jumat (13/2/2026).

Skema distribusi dan frekuensi pengiriman MBG 3B telah diatur rinci dalam petunjuk teknis yang tercantum pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, menjelaskan pengiriman dilakukan terjadwal agar manfaat gizi diterima optimal oleh sasaran.

"Distribusi MBG siap santap setiap hari Senin dan Kamis. Pengiriman MBG siap santap dilakukan pada hari Senin, sambil kader pendamping membawa MBG paket sehat untuk Selasa dan Rabu, demikian juga pada hari Kamis," katanya di Jakarta, Jumat.

Untuk ibu hamil dan ibu menyusui, MBG siap santap disusun sebagai makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak sesuai angka kecukupan gizi (AKG) yang telah ditetapkan ahli gizi. Sementara itu, paket MBG sehat mencakup minuman khusus ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi telur dan buah sebagai penunjang asupan harian.

Adapun bagi balita non-PAUD usia 0–2 tahun, MBG siap santap juga berupa makanan lengkap sesuai AKG. Sedangkan paket MBG sehat untuk kelompok ini terdiri atas makanan pendamping ASI (MPASI) dan buah dengan tekstur yang disesuaikan kebutuhan bayi di bawah dua tahun (baduta).

Ermia menegaskan, seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus aktif melakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan berkoordinasi bersama puskesmas, posyandu, serta kelurahan.

"Setelah pendataan, SPPG bisa mulai menyiapkan MBG sesuai standar gizi seimbang dan pemorsian berdasarkan kelompok usia. Setiap hari, kelompok 3B menerima MBG dengan penjadwalan yang sudah disepakati dengan posyandu, atau bisa membuat kesepakatan lain bersama para kader, apakah kader perlu mengantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil atau ibu menyusui, bisa juga menyesuaikan dengan jadwal posyandu," paparnya.

Untuk wilayah terpencil, BGN telah merancang skema distribusi khusus yang di sejumlah SPPG sudah dijalankan. Selain memastikan distribusi tepat sasaran, kader juga memegang peran penting dalam memberikan edukasi gizi kepada penerima manfaat 3B.

"Ada penerima manfaat yang datang langsung ke SPPG, atau melewati kader, atau ada di kegiatan tersebut dengan makan bersama. Di sinilah peran kader untuk memberikan edukasi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ucap Ermia.

Pada 2025, tercatat 32.000 SPPG telah beroperasi secara nasional. Namun tingginya partisipasi masyarakat mendorong BGN menambah target menjadi 33.670 SPPG pada 2026, dengan rincian 25.400 unit di daerah aglomerasi dan 8.270 unit di wilayah terpencil.

"Tahun 2026 juga terdapat penambahan penerima manfaat, di mana tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG, maka mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah," tuturnya.

Perluasan SPPG dan penambahan penerima manfaat tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar cakupan gizi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD, serta tenaga pendidik, semakin merata di berbagai daerah.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

1.061 Jemaah Haji Bantul Siap Berangkat Tiga Kloter

1.061 Jemaah Haji Bantul Siap Berangkat Tiga Kloter

Bantul
| Jum'at, 13 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement