Masker dan Vaksin Influenza Jadi Upaya Cegah Penularan Flu A
Dokter mengingatkan pentingnya masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan untuk mengurangi risiko penularan influenza A serta mencegah komplikasi.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah blokade laut di Selat Hormuz diberlakukan di tengah situasi gencatan senjata yang belum stabil.
Langkah ini memicu kekhawatiran baru karena berpotensi menggagalkan upaya meredakan konflik yang sebelumnya sempat dinegosiasikan kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai blokade tersebut sebagai tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional dan berisiko mengganggu gencatan senjata.
“Blokade Selat Hormuz adalah langkah provokatif… dan dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata,” ujarnya.
Ia menegaskan Iran siap mengambil langkah lanjutan jika situasi terus memanas.
Jalur Energi Dunia Ikut Terdampak
Blokade diberlakukan sejak 13 April 2026 oleh militer Amerika Serikat terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.
Wilayah Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Meski demikian, kapal non-Iran masih diperbolehkan melintas selama tidak terkait dengan pelabuhan Iran.
Kondisi ini tetap menimbulkan ketidakpastian karena sebagian kapal memilih menghindari jalur tersebut demi alasan keamanan.
Ketegangan di jalur energi global ini bahkan menuai kekhawatiran internasional karena berpotensi mengganggu pasokan minyak dan stabilitas ekonomi dunia.
Konflik dan Negosiasi yang Mandek
Blokade terjadi setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, konflik memanas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Upaya gencatan senjata sempat dibahas, namun belum menghasilkan kesepakatan yang kuat.
Situasi ini membuat jalur diplomasi masih terbuka, tetapi dibayangi ketidakpastian akibat langkah militer yang terus berlangsung.
Di sisi lain, Iran juga menunggu perkembangan komunikasi melalui mediator internasional sebelum menentukan langkah perundingan berikutnya.
Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi titik krusial yang tidak hanya menentukan arah konflik Iran-AS, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas energi global dalam jangka pendek.
Di sisi lain, dampak blokade tidak hanya bersifat politik dan militer, tetapi juga mengancam stabilitas energi global.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dari Teluk Persia,dapat memicu krisis pasokan global.
Aktivitas ekspor dan produksi energi di kawasan turut terdampak, sementara pembatasan lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan Iran memperbesar ketidakpastian pasar energi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dokter mengingatkan pentingnya masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan untuk mengurangi risiko penularan influenza A serta mencegah komplikasi.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.
Verifikasi wajah Perlinsos Digital gagal saat daftar bansos PKH dan BPNT? Simak penyebab, cara mengatasi, dan layanan bantuan yang tersedia.
Kemenhub mencatat 1.673 penerbangan terganggu akibat karhutla pada Agustus-Oktober 2026. Citilink paling terdampak dengan 478 penerbangan.
Harga minyak dunia turun setelah Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata energi. Brent melemah 1,65% dan WTI turun 1,92%.
Kemnaker mencatat 63.789 pekerja terdampak PHK pada Januari-September 2026. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi.