Advertisement
Waspada Sinkhole Situjuah, Ini 11 Tanda Awalnya
Badan Geologi ESDM ungkap 11 indikasi sinkhole tipe Situjuah di Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Warga diminta waspada dan segera melapor. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, LIMAPULUH KOTA—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengedukasi masyarakat terkait 11 indikasi sinkhole tipe Situjuah atau fenomena tanah ambles yang tiba-tiba membentuk lubang di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sosialisasi ini dilakukan agar warga lebih waspada terhadap gejala awal pergerakan tanah.
Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menyampaikan bahwa pemahaman terhadap ciri-ciri awal sinkhole sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Advertisement
"Kami sudah menjelaskan 11 indikasi awal sinkhole tipe Situjuah kepada masyarakat dan ini sangat penting," kata Taufiq di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu.
Ia memaparkan, gejala pertama berupa munculnya cekungan dengan lubang vertikal. Diameter cekungan tersebut dapat berukuran sentimeter hingga beberapa meter dan berfungsi sebagai jalur keluar-masuk air.
BACA JUGA
Indikasi kedua adalah aliran air atau sungai yang tiba-tiba menghilang. Ketiga, terdapat retakan berbentuk melingkar atau lonjong dengan bagian tengah lebih cekung atau ambles.
Tanda berikutnya berupa rekahan di permukaan tanah yang menjadi jalur masuk air. Pola rekahan ini bisa memanjang dan searah dengan aliran sungai bawah tanah.
"Gejala kelima air di permukaan tiba-tiba menghilang," ujarnya.
Kondisi tersebut juga dapat ditandai dengan saluran irigasi, kolam, atau embung yang mendadak bocor sehingga airnya meresap ke dalam tanah. Indikasi selanjutnya adalah tumbuh-tumbuhan yang berkumpul secara alami pada titik tertentu dan membentuk pola melingkar.
Gejala lain dari sinkhole tipe Situjuah yakni munculnya banyak mata air dalam jarak berdekatan seperti berkelompok, serta air yang tiba-tiba menjadi keruh atau berubah warna.
Selain itu, mata air atau sumur warga dapat mendadak kering meski sedang musim hujan. Area tanah juga bisa terasa lebih lembap atau basah dibandingkan sekitarnya. Indikasi terakhir adalah sumur gali dangkal yang di dalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah.
Taufiq menegaskan bahwa tidak seluruh tanda tersebut otomatis membahayakan keselamatan. Namun, jika masyarakat menemukan salah satu atau beberapa gejala, diharapkan segera melapor kepada perangkat desa agar informasi diteruskan ke Badan Geologi untuk ditindaklanjuti.
"Badan Geologi berharap masyarakat juga peduli dengan tanda-tanda sinkhole tipe Situjuah ini," ujarnya, seraya menekankan pentingnya kewaspadaan dini di wilayah yang berpotensi mengalami fenomena tanah ambles tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
Advertisement
Museum Terbuka Bakalan Mulai Ramai, Sleman Siapkan Tiket Masuk
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
- Cuaca Pagi Terik Lalu Hujan Tiba-tiba Ini Penyebabnya
- Dana PIP 2026 Cair, Siswa SMA Bisa Terima hingga Rp1,8 Juta
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Sekolah Rakyat Lendah Dikebut, Target Juli Sudah Dibuka
- Harga Tanah di Sekitar Kelok 23 Melonjak, Investor Belum Masuk
- Klinik Pratama Tamanmartani Dikebut, Warga Segera Punya Opsi Baru
Advertisement
Advertisement







