34.853 Jemaah Haji Pulang via Soetta, Kepulangan Dimulai 1 Juni
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Kapolres Purbalingga, AKBP Anita Indah Setyaningrum, didampingi Wakapolres Kompol Agus Amjat Purnomo (kiri) dan Kasatreskrim AKP Siswanto (kanan), dalam konferensi pers penyalahgunaan LPG dan BBM bersubsidi di Mapolres Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). - ANTARA/HO-Polres Purbalingga
Harianjogja.com, PURBALINGGA—Praktik penyalahgunaan energi bersubsidi di Purbalingga terbongkar setelah aparat kepolisian mengungkap dua kasus berbeda yang sama-sama memanfaatkan LPG dan BBM subsidi untuk meraup keuntungan pribadi. Modus yang digunakan terbilang rapi, mulai dari pengoplosan hingga penimbunan.
Pengungkapan pertama terjadi di Desa Sidanegara, di Kaligondang, Purbalingga, pada Jumat (10/4/2026). Seorang pria berinisial S (65) diduga membeli LPG subsidi ukuran tiga kilogram, lalu memindahkan isinya ke tabung nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram menggunakan alat khusus sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Kapolres Purbalingga, AKBP Anita Indah Setyaningrum, menjelaskan pelaku membeli LPG subsidi seharga Rp16.000 per tabung, kemudian menjual ulang hingga Rp200.000 per tabung setelah dipindahkan ke kemasan lebih besar.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita 63 tabung kosong LPG tiga kilogram, 17 tabung isi LPG tiga kilogram, serta puluhan tabung ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram dalam kondisi kosong maupun berisi. Selain itu, turut diamankan timbangan manual, segel tabung, pipa modifikasi, obeng, hingga kendaraan operasional.
“Keuntungan yang didapatkan tersangka dalam satu bulan mencapai lima sampai sepuluh juta rupiah,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Kamis (16/4/2026).
Modus Penimbunan Pertalite
Kasus kedua diungkap di Jalan Raya Desa Tumanggal, di Pengadegan, Purbalingga, pada hari yang sama. Tersangka berinisial AM (53), warga di Punggelan, Banjarnegara, diduga membeli BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi.
BBM tersebut kemudian dipindahkan ke jeriken menggunakan pompa sebelum dijual kembali di wilayah Banjarnegara. Polisi menemukan satu unit mobil modifikasi, enam jeriken berisi masing-masing 27 liter Pertalite, satu jeriken berisi 28 liter, dua jeriken kosong, pompa, barcode berbeda untuk pembelian BBM, serta uang tunai.
Dalam sehari, pelaku mampu mengumpulkan hingga 200 liter Pertalite. Ia membeli seharga Rp10.000 per liter dan menjual kembali Rp12.000 per liter, dengan keuntungan bulanan mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Praktik ini diketahui telah berlangsung sejak September 2025.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran, sekaligus menekan praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Gaji ke-13 ASN mulai dicairkan pada Juni 2026. Simak komponen yang diterima, kategori pegawai yang dikecualikan, serta ketentuan penerima manfaat.
Nauru pernah menjadi salah satu negara terkaya di dunia berkat fosfat. Namun habisnya cadangan tambang memicu krisis ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang mas
Xavi Hernandez memprediksi Pep Guardiola akan melatih tim nasional setelah meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025-2026. Inggris disebut sebagai sala
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian terpantau stagnan per Senin 1 Juni 2026. Cek tabel perbandingan harga dan analisis spread buyback.
Marc Marquez finis ketujuh di MotoGP Italia 2026. Meski gagal podium, pembalap Ducati itu mengaku puas karena gejala kebas pada lengan kanannya mulai hilang.