Advertisement
Rusun Subsidi Perkotaan Disiapkan, Kementerian PKP Gandeng Danantara
Perumahan. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan terobosan baru dalam penyediaan hunian terjangkau di wilayah perkotaan melalui pembangunan rumah susun atau rusun subsidi. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng pihak swasta, termasuk Danantara, untuk mempercepat realisasi hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tengah keterbatasan lahan kota.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan skema pembangunan rusun subsidi bersama Danantara. Skema tersebut sedang dimatangkan dan akan segera dibahas bersama jajaran terkait.
Advertisement
“Kami akan segera persiapkan. Saya akan bertemu dengan Pak Rosan untuk mempersiapkan skema-skemanya dengan Danantara. Mohon doanya, mudah-mudahan sebentar lagi ada kabar baik,” ujar Ara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ara menjelaskan, skema rusun subsidi tersebut ditujukan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal dan bekerja di kawasan perkotaan. Pemerintah menilai hunian vertikal menjadi solusi paling realistis untuk menjawab keterbatasan lahan serta tingginya kebutuhan tempat tinggal di kota-kota besar.
BACA JUGA
Menurutnya, pengembangan rumah susun subsidi akan dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta sebagai bagian dari strategi percepatan penyediaan hunian layak, terjangkau, dan berlokasi strategis. Keterlibatan dunia usaha diharapkan mampu memperluas kapasitas pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Ia menambahkan, pembangunan rusun subsidi di kawasan perkotaan menjadi salah satu fokus utama kerja Kementerian PKP pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat kecil, termasuk pekerja sektor informal, agar dapat memiliki akses hunian layak dengan harga yang terjangkau.
“Presiden Prabowo selalu menekankan agar seluruh program pemerintah benar-benar berdampak bagi rakyat kecil. Karena itu, kami ingin setiap program perumahan, termasuk rumah susun subsidi, dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Ara.
Melalui skema kolaboratif dengan dunia usaha, pemerintah menargetkan proyek percontohan rusun subsidi dapat segera dimulai di sejumlah kota besar. Proyek ini diharapkan menjadi model pengembangan hunian vertikal terjangkau yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Program rusun subsidi tersebut juga dirancang untuk melengkapi berbagai inisiatif perumahan rakyat lainnya, seperti pembangunan rumah subsidi tapak serta bantuan rumah swadaya yang telah berjalan sebelumnya.
Ara menegaskan bahwa pada 2026, pembangunan rumah susun subsidi menjadi program prioritas Kementerian PKP sebagai solusi atas keterbatasan lahan hunian, khususnya di kawasan perkotaan dan kawasan industri.
Ia menjelaskan, pengembangan rusun subsidi di kawasan tersebut akan dirancang sebagai hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan kawasan industri. Model ini diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan hunian bagi para pekerja sekaligus menekan biaya hidup masyarakat melalui lokasi yang dekat dengan tempat kerja dan pusat aktivitas ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Beroperasi Minggu 8 Februari
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Semarang Tegaskan Meritokrasi, 12 Jabatan Diisi Berkompeten
- Menjaga Manis Tradisi: Kue Keranjang Imlek dari Tukangan Jogja
- Harga Emas Antam Naik Rp30 Ribu, Kini Tembus Rp2,92 Juta per Gram
- KPK Bidik Dugaan Korupsi Sengketa Lahan di Kawasan Wisata Nasional
- Sekolah Bantul Diminta Prioritaskan Jasa Lokal untuk Study Tour
- Integrasi Antarmoda KAI Digenjot untuk Mudik Lebaran 2026
- Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal
Advertisement
Advertisement



