Advertisement
Saksi Sidang Kaitkan Hibah Pariwisata dengan Pilkada Sleman
Persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jumat (6/2 - 2026).ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Fakta baru kembali terungkap dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman 2020 dengan terdakwa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sejumlah saksi menyebut adanya pesan dukungan politik yang menyertai informasi pencairan dana hibah tersebut, khususnya untuk memenangkan pasangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa pada Pilkada Sleman 2020.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jumat (6/2/2026), jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan 14 saksi dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang tercatat sebagai penerima dana hibah pariwisata.
Advertisement
Sejumlah saksi mengaku menerima pesan untuk ikut nyengkuyung atau membantu pemenangan pasangan Kustini–Danang dari pihak yang menyampaikan informasi hibah. Salah satu saksi, Sukimin, Dukuh Kwagon di Kapanewon Godean, mengungkap informasi dana hibah pariwisata pertama kali ia dengar dari Nanang Heri Prianto, pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, pada September 2020.
Informasi itu disampaikan dalam pertemuan pengurus Bregada Kismo Kuncoro, kelompok prajurit tradisional asal Dukuh Kwagon. Menurut Sukimin, pesan yang diterima jelas mengarah pada dukungan politik.
BACA JUGA
“Memang arahnya untuk membantu menyukseskan Pilkada 2020. Teman-teman menyepakati karena wilayah kami mayoritas basis PDIP atau pendukung Mas Nanang,” ujar Sukimin di hadapan majelis hakim yang dipimpin Melinda Aritonang.
Usai menerima informasi tersebut, pengurus Bregada Kismo Kuncoro melakukan pembahasan internal untuk menyiapkan proposal. Penyusunan teknis proposal diarahkan oleh Nanang, lalu diserahkan kepadanya. Setelah dana hibah cair, pengerjaan proyek tidak sepenuhnya dilakukan oleh kelompok penerima.
“Dana cair Rp55 juta untuk pengaspalan lewat bregada di RT 2. Kami menerima program pelaksanaan. Yang mengarahkan dari pihak Mas Nanang atau personal PDIP. Tenaga pelaksanaan dari Kabupaten Klaten,” jelas Sukimin.
Saksi lainnya, Suwaryanto dari Pokdarwis Sendang Kaliwungu, mengaku memperoleh informasi dana hibah pariwisata dari Lurah Sendangagung, Kapanewon Minggir. Saat itu, lurah mengundang tokoh masyarakat dan pemuda ke rumah Suwaryanto.
“Pak Lurah menyampaikan informasi dana hibah pariwisata dari tokoh PDIP. Karena sudah dibantu, kami dimohon bisa nyengkuyung untuk ikut memenangkan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa. Kami loyal kepada PDIP dan PAN,” kata Suwaryanto.
Nanang Heri Prianto sendiri diketahui menjabat Ketua PAC PDIP Godean dan telah lebih dulu memberikan kesaksian pada Senin (26/1/2026). Dalam keterangannya, Nanang menyebut mengetahui informasi dana hibah pariwisata dari Karunia Anas Hidayat, anak buah Raudi Akmal.
“Saya ditelepon Saudara Anas. Ia menyampaikan ada dana hibah pariwisata dari pusat. Katanya, sesuai perintah Sri Purnomo, dana hibah pariwisata bisa dikondisikan. Saya diminta mencari lokasi-lokasi untuk pengajuan proposal,” ungkap Nanang.
Nanang juga menegaskan bahwa Anas bukan kader partai, melainkan bagian dari tim sukses pasangan Kustini–Danang di bawah koordinasi Raudi Akmal, putra terdakwa. Posisi tersebut membuat Anas kerap berada di Rumah Dinas Bupati Sleman.
Di luar persidangan, Koordinator Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) DIY, Dani Eko Wiyono, menyatakan komitmen untuk terus mengawal penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata hingga tuntas.
Dani menilai pemberitaan yang tidak akurat cenderung menyudutkan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Padahal, menurutnya, Harda tidak terlibat dalam kasus korupsi dana hibah pariwisata yang menjerat Sri Purnomo.
Ia mengingatkan, pemberitaan yang tidak sesuai fakta berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mengaburkan dukungan publik terhadap penegakan hukum.
Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Sleman, Indra Aprio Handry Saragih, menyampaikan apresiasi atas dukungan ARPI DIY. “Mohon doa dan dukungan agar penanganan kasus ini dapat segera tuntas,” ujarnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Disdukcapil Bantul Cetak 400 KTP per Hari, Stok Blanko Masih Aman
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Gempa Bumi M 5,9 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, Ini Data BMKG
- Kampanye Bahaya Judol di Tingkat Kalurahan Melalui Bedah Buku
- Lille dan Metz Imbang 0-0, Calvin Verdonk Nyaris Ciptakan Assist
- SIM Keliling Gunungkidul 7 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
- Bus KSPN Malioboro-Baron Kembali Layani Wisatawan, Ini Jadwal Sabtu
- Prakiraan Cuaca DIY Sabtu 7 Februari 2026, Waspada Hujan Ringan
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu 7 Februari 2026
Advertisement
Advertisement



