Advertisement
Kolaborasi Berbasis Kinerja Dorong Akselerasi Bisnis Ritel Farmasi
VIVA Apotek terapkan kolaborasi berbasis kinerja untuk mendorong akselerasi bisnis ritel farmasi dan engagement pelanggan. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pendekatan kolaborasi berbasis kinerja mulai menjadi strategi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis ritel farmasi nasional. Melalui program apresiasi pelanggan yang terukur dan transparan, sinergi antara pelaku ritel, principal, serta sponsor dinilai mampu mengakselerasi penjualan sekaligus memperkuat engagement pasar secara berkelanjutan.
Strategi tersebut salah satunya diimplementasikan melalui program Anniversary ke-13 VIVA Apotek yang menitikberatkan pada evaluasi kinerja partisipasi pelanggan. Program ini tidak hanya berorientasi pada aktivitas promosi, tetapi dirancang sebagai mekanisme kolaboratif berbasis hasil antara perusahaan dan mitra bisnis.
Advertisement
Puncak program ditandai dengan penetapan seorang pelanggan asal Yogyakarta, Tutik Sugiarti, sebagai penerima hadiah utama berupa satu unit mobil. Penentuan pemenang dilakukan melalui proses evaluasi dan verifikasi yang mengacu pada tingkat partisipasi serta nilai pembelanjaan terhadap produk sponsor, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sejak awal program.
CEO VIVA Apotek, Haryanto Winata, menjelaskan bahwa konsep program ini dirancang untuk memastikan setiap kolaborasi memberikan dampak nyata bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Program ini tidak hanya dirancang sebagai aktivitas promosi, tetapi juga sebagai platform kolaboratif untuk meningkatkan efektivitas kerja sama bisnis dan optimalisasi penjualan produk sponsor,” kata Haryanto, Jumat (30/1/2026).
Ia menilai pendekatan berbasis kinerja memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, pelanggan memperoleh apresiasi yang jelas, adil, dan transparan, sementara di sisi lain mitra bisnis merasakan dampak langsung berupa peningkatan penjualan serta efektivitas kolaborasi.
Menurut Haryanto, program Anniversary VIVA Apotek sejak awal dirancang sebagai instrumen strategis yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar kampanye pemasaran jangka pendek.
“Pendekatan berbasis kinerja memungkinkan kolaborasi yang lebih terukur. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan engagement pelanggan dan nilai kerja sama jangka panjang,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, strategi pengembangan bisnis ritel farmasi VIVA Apotek diarahkan pada fase Transformation to Acceleration. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi jaringan gerai, penguatan kemitraan strategis, serta pemanfaatan kapabilitas operasional untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkesinambungan.
Sementara itu, Tutik Sugiarti mengaku tidak menyangka terpilih sebagai penerima hadiah utama dalam program tersebut. Ia menilai mekanisme pelaksanaan program berjalan secara jelas dan terbuka, sehingga memberikan rasa kepercayaan bagi pelanggan.
“Prosesnya transparan dan membuat pelanggan merasa dihargai. Ini pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Melalui model kolaborasi berbasis kinerja seperti ini, sektor ritel farmasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih luas, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pelanggan serta mitra industri dalam jangka panjang seiring penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Drama Penalti Antar Persiba Bantul ke Semifinal Liga Nusantara
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2026
- Kejagung Pantau Anjloknya IHSG, Dugaan Gorengan Saham Disorot
- Comeback Manis Persik Kediri Kalahkan Bali United 3-2
- MK Tolak Gugatan Sistem Penilaian Pendidikan Jarak Jauh
- KPU Jogja Pindah ke Eks KPP Sultan Agung, Butuh Dana Rp5,7 M
- Liga Spanyol Pekan ke-22: Barca Gas Pol, Madrid Intai Posisi
- BNI Buka Layanan Kredit Terbatas di Jateng-DIY Akhir Pekan Ini
Advertisement
Advertisement



