Advertisement
Jet Pribadi Bombardier Jatuh di Maine, 7 Orang Tewas
Ilustrasi kecelakaan pesawat - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tragedi kecelakaan udara mengguncang Bandara Internasional Bangor, Maine, Amerika Serikat, seusai sebuah jet pribadi jenis Bombardier Challenger 600 jatuh saat hendak lepas landas di tengah badai salju ekstrem. Insiden tersebut menewaskan tujuh orang dan menyebabkan satu penumpang lainnya berada dalam kondisi kritis.
Berdasarkan keterangan resmi Federal Aviation Administration (FAA) yang dikutip Reuters, pada Selasa (27/1/2026), kecelakaan terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Pesawat bermesin ganda turbo-fan itu dilaporkan kehilangan kendali, tergelincir hebat, dan akhirnya hancur di atas landasan pacu Bandara Internasional Bangor.
Advertisement
National Transportation Safety Board (NTSB) langsung mengirimkan tim investigasi ke lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Proses penyelidikan menghadapi tantangan besar karena wilayah Bangor saat kejadian dilanda badai salju dengan visibilitas yang sangat terbatas.
Pabrikan pesawat Bombardier telah menyerahkan dokumen teknis dan data pesawat kepada NTSB guna mendukung proses investigasi. Namun, perusahaan tersebut menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi teknis jet yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
BACA JUGA
Dampak insiden ini membuat operasional Bandara Internasional Bangor lumpuh sementara pada Senin pagi. Penutupan dilakukan untuk memberikan akses penuh kepada tim forensik dan penyelamat dalam melakukan olah tempat kejadian perkara di area landasan pacu.
Berdasarkan data registrasi FAA, jet pribadi tersebut tergolong relatif baru karena mulai beroperasi sejak April 2020 atau berusia sekitar lima tahun. Pesawat tercatat terdaftar atas nama sebuah perusahaan yang berbasis di Houston dengan alamat kantor yang sama dengan firma hukum Arnold & Itkin, lembaga yang dikenal menangani gugatan cedera pribadi.
Sebelum kecelakaan terjadi, pesawat diketahui baru saja mendarat di Maine setelah menempuh penerbangan dari Texas. Hingga kini, pihak berwenang masih menutup rapat identitas para korban dan belum mengungkap indikasi awal terkait kemungkinan kegagalan teknis.
Fokus utama penyelidikan sementara ini diarahkan pada pengaruh cuaca ekstrem serta kondisi permukaan landasan pacu yang tertutup salju tebal. Setelah proses evakuasi dan pembersihan runway rampung, pihak bandara diharapkan dapat kembali membuka layanan penerbangan secara bertahap sembari menunggu hasil resmi investigasi dari NTSB.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
DLH Sleman Terkendala Lahan, Pembangunan IPAL Komunal Mandek 2 Tahun
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Eks MU Nani Gabung FC Aktobe, Jadi Pemain dan Pelatih
- Kapal Feri Karam di Filipina: Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Indonesia Dihiasi Awan Tebal Hari Ini
- Polisi Iran Tangkap Ratusan Penggerak Kerusuhan di Beberapa Provinsi
- Timnas Futsal Indonesia Buka Piala Asia 2026 Hadapi Korea Selatan
- Sopir dan Asisten Lula Lahfah Diperiksa, Reza Arap Tunggu Panggilan
- Srikandi PLN Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Ruang Cerita Ibu
Advertisement
Advertisement



