Advertisement

Pejabat Militer China Diperiksa atas Dugaan Kebocoran Informasi Nuklir

Newswire
Selasa, 27 Januari 2026 - 01:17 WIB
Sunartono
Pejabat Militer China Diperiksa atas Dugaan Kebocoran Informasi Nuklir Senjata nuklir. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang perwira tinggi militer Tiongkok, Zhang Youxia, dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan kebocoran informasi sensitif terkait program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat. Informasi tersebut pertama kali diungkap The Wall Street Journal (WSJ) dalam laporan yang terbit Minggu.

Zhang Youxia diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), lembaga pertahanan tertinggi China yang dipimpin langsung Presiden Xi Jinping. Dalam struktur militer, Zhang menempati posisi nomor dua dan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan strategis pertahanan.

Advertisement

Selain dugaan pembocoran informasi rahasia, Zhang juga dituduh terlibat praktik korupsi, termasuk menerima suap untuk kepentingan tertentu. Salah satu tuduhan yang mencuat adalah perannya dalam membantu promosi seorang perwira hingga menduduki jabatan Menteri Pertahanan.

Kementerian Pertahanan China pada Sabtu mengumumkan dimulainya penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan pejabat militer senior lainnya, Liu Zhenli. Keduanya diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang dinilai serius.

Menurut laporan WSJ yang dikutip kantor berita Kyodo, Senin, tuduhan tersebut disampaikan dalam sebuah pengarahan internal yang dihadiri jajaran tertinggi militer China. Dalam laporan itu disebutkan bahwa indikasi kebocoran data teknis inti senjata nuklir muncul dari penyelidikan terhadap mantan pejabat senior di perusahaan milik negara China National Nuclear Corp.

Meski demikian, rincian spesifik terkait pelanggaran keamanan di sektor nuklir tidak diungkapkan dalam pengarahan tersebut.

Kejatuhan Zhang juga dikaitkan dengan kasus mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu, yang disebut dipromosikan melalui mekanisme suap dalam jumlah besar. Li sendiri dicopot dari jabatannya pada Oktober 2023, hanya tujuh bulan setelah dilantik.

Kepemimpinan militer China diketahui tengah diguncang skandal korupsi sejak pertengahan 2023. Dari tujuh anggota awal Komisi Militer Pusat yang dilantik pada Oktober 2022, lima di antaranya kini telah diberhentikan atau sedang dalam proses penyelidikan.

Partai Komunis China secara resmi mengumumkan pemecatan Li Shangfu dan pendahulunya, Wei Fenghe, pada Juni 2024. Keduanya dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin dan hukum serius yang berkaitan dengan korupsi.

Surat kabar resmi militer China, PLA Daily, dalam editorialnya pada Minggu, menyebut Zhang dan Liu telah “mengkhianati kepercayaan besar” Partai Komunis serta “merusak sistem tanggung jawab tertinggi yang berada di tangan ketua CMC,” sebuah rujukan langsung pada loyalitas terhadap Presiden Xi Jinping.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Senin menyatakan bahwa pihaknya terus memantau “setiap perubahan tidak biasa” dalam kepemimpinan militer Tiongkok. Mengingat Beijing tidak pernah menanggalkan opsi penggunaan kekuatan untuk menyatukan Taiwan, Koo menegaskan Taiwan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri serta meningkatkan kerja sama intelijen dengan mitra dan sekutu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan

UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan

Bantul
| Selasa, 27 Januari 2026, 03:47 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement