Advertisement
Identifikasi Korban ATR 42-500 Rampung, DVI Serahkan Jenazah ke Keluar
Identifikasi korban pesawat ATR 42-500 di Pangkep tuntas. Tim DVI Polri memastikan 10 korban sesuai manifest dan diserahkan ke keluarga. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, MAKASSAR—Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menuntaskan proses identifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses ini memastikan kepastian identitas korban sesuai data manifest sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa total korban yang berhasil diidentifikasi berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Sabtu.
Advertisement
Djuhandhani menjelaskan, tim DVI menerima 11 kantong jenazah atau body pack dari tim SAR setelah proses evakuasi di wilayah pegunungan Bulusaraung. Dari hasil pemeriksaan, 10 kantong berhasil diidentifikasi secara utuh dan sesuai dengan data manifest penerbangan.
“Dari 11 body pack yang dikirim, 10 pack masih terbaca dan dapat diidentifikasi. Satu pack lainnya berisi tulang, yang juga dapat dipastikan merupakan bagian tubuh dari salah satu korban,” ujarnya.
BACA JUGA
Proses identifikasi dimulai setelah seluruh body pack diterima tim DVI pada Jumat (23/1). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap tujuh kantong pertama, yang kemudian dilanjutkan dengan pencocokan identitas seluruh korban berdasarkan data ante mortem dan post mortem.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Komisaris Besar Muh Haris menyebutkan, tujuh kantong jenazah yang diserahkan oleh Basarnas berhasil diungkap identitasnya melalui pemeriksaan lanjutan. Metode identifikasi meliputi sidik jari, data odontologi atau gigi, properti pribadi, serta ciri-ciri medis yang dicocokkan antara data post mortem dan ante mortem.
Ia merinci, kantong berkode Post Mortem (PM) 62.B.05 yang cocok dengan Ante Mortem (AM) 008 teridentifikasi sebagai Yoga Nouval Prakoso, penumpang pesawat sekaligus pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertugas sebagai operator foto udara. Korban beralamat di Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Selanjutnya, kantong PM 62.B.08 yang sesuai dengan AM 007 teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, 41 tahun, pegawai KKP selaku penumpang. Ia tercatat beralamat di Jalan Rawameneng Nomor 43 RT 04 RW 05, Desa Janti, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.
Kantong PM 62.B.07 yang cocok dengan AM 001 teridentifikasi sebagai Muhammad Parhan Gunawan, 26 tahun. Korban beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan diketahui menjabat sebagai co-pilot pesawat ATR 42-500.
Sementara itu, kantong PM 62.B.06 dan PM 62.B.03 yang berisi body part atau bagian tubuh dinyatakan cocok dengan AM 003, teridentifikasi atas nama Hariadi, usia 57 tahun. Korban beralamat di Perumahan Puri Kahuripan 3 Nomor 4 RT 003 RW 008, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan merupakan kru pesawat.
Kantong PM 62.B.09 yang sesuai dengan AM 005 teridentifikasi sebagai Dwi Murdiono, 40 tahun, kru pesawat dengan alamat Jalan Rajasari Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat.
Untuk kantong PM 62.B.10A dan PM 62.B.10B yang berisi body part, serta PM 62.B.05 berupa properti, seluruhnya cocok dengan AM 009. Identitas korban dipastikan sebagai Restu Adi Pribadi, 40 tahun, kru pesawat yang beralamat di Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma.
Adapun kantong PM 62.B.11 yang sesuai dengan AM 010 teridentifikasi sebagai Andi Dahananto, 58 tahun, pilot pesawat ATR 42-500. Ia tercatat beralamat di Perumahan Tigaraksa, Desa Marga Sari Blok A1/36, Tangerang, Banten.
“Dengan demikian, tim gabungan DVI telah mengidentifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dan menyerahkannya kepada pihak keluarga,” ujar Muh Haris kepada wartawan.
Sebelumnya, tiga jenazah korban telah lebih dahulu diserahkan kepada keluarga, yakni Florencia, Deden, dan Esther. Proses penyerahan dilakukan setelah identitas masing-masing korban dipastikan oleh tim DVI.
Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri Brigadir Jenderal Mashudi menambahkan, identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari. “Dari tujuh kantong jenazah yang diterima, semuanya masih memungkinkan untuk diidentifikasi melalui sidik jari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
Viral Korban Jambret di Sleman Malah Jadi Tersangka, Ini Kata Polisi
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Januari 2026, Berhenti di 13 Stasiun
- Progres Tol JogjaSolo Seksi 2 Paket 2.2 Capai 78 Persen
- Malaysia Cabut Blokir Chatbot Grok Usai Tambahan Pengamanan Konten AI
- Pemda DIY Uji Coba Car Free Day Kepatihan, Dorong ASN Kurangi Emisi
- Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala
- Awal Februari, Kantor Imigrasi Kulonprogo Siap Layani Paspor
Advertisement
Advertisement



