Advertisement
Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). - ANTARA FOTO - Abdan Syakura
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG BARAT—Cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi tantangan utama dalam upaya pencarian puluhan korban longsor di Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026), sementara tim gabungan terus mengintensifkan koordinasi evakuasi di tengah kondisi tanah yang belum stabil.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Bambang Imanudin menyampaikan, hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur lokasi bencana sejak dini hari membuat tim gabungan dari Basarnas dan SAR menghadapi keterbatasan dalam melakukan pencarian 82 warga yang diduga tertimbun material longsor.
Advertisement
“Tim sebenarnya sudah siap, tetapi persoalannya lokasi ini terus diguyur hujan. Ini menyulitkan kami dalam proses pencarian,” ujar Bambang di lokasi kejadian.
Selain faktor cuaca, BPBD Jawa Barat juga mencermati kondisi tanah di sekitar titik longsor yang masih labil. Alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan, namun penggunaannya masih menunggu kepastian jalur aman menuju lokasi terdampak.
BACA JUGA
“Kondisi tanah masih lembek dan masih ada sedikit pergerakan material, sehingga kami harus memastikan jalur yang aman bagi alat berat,” katanya.
Bambang menjelaskan, wilayah pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu memiliki cakupan yang cukup luas. Area terdampak membentang sekitar tiga kilometer, mulai dari kawasan puncak hingga sisi kiri lereng, sehingga proses evakuasi membutuhkan perhitungan matang dan kehati-hatian ekstra.
Di sisi lain, dampak longsor juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. BPBD Jawa Barat mencatat sekitar 400 warga Desa Pasirlangu telah dievakuasi oleh petugas gabungan dan saat ini bertahan di lokasi pengungsian sementara.
Ia menyebutkan, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok untuk menunjang aktivitas harian selama berada di pengungsian.
“Jumlah warga yang mengungsi saat ini diperkirakan sekitar 400 orang. Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk,” kata Bambang.
Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 15.50 WIB, BPBD Jawa Barat mencatat sembilan warga dinyatakan meninggal dunia akibat longsor di Cisarua. Selain korban jiwa, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga proses penanganan darurat masih terus berlanjut seiring evaluasi kondisi cuaca dan medan di lokasi bencana longsor Cisarua Bandung Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
BPBD Catat 73 Titik Kerusakan Akibat Angin Kencang di Sleman
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Borneo FC di Puncak Klasemen Sementara Seusai Kalahkan Persis Solo 1-0
- Jafar/Felisha Lolos Semifinal, Adnan/Indah Kandas
- Persija Ikat Shayne Pattynama 2,5 Musim, Bidik Gelar Juara
- Satpol PP Jogja Perketat Patroli Penginapan Diduga Tak Berizin
- Amanda Manopo Bongkar Fakta Rider Fajar Sadboy: Cuma Minta Biskuit!
- Babak Pertama: Penalti Gustavo Bawa Persija Unggul atas Madura United
- Alwi Farhan Lolos Semifinal Indonesia Masters 2026
Advertisement
Advertisement



